Indonesia Perlu Kembangkan Kerjasama Dengan Timur Tengah
25 Maret 2008 | 16:18 WIB
Yogyakarta ( Berita ) : Negara-negara di kawasan Timur Tengah kaya akan sumberdaya alam, khususnya minyak, sehingga Indonesia perlu mengembangkan kerjasama dengan negara-negara tersebut.
Karena itu, menurut Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirayudha dalam sambutan tertulis pada seminar internasional tentang Timur Tengah di Yogyakarta, Selasa [25/03] , hubungan dan kerjasama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah tidak terbatas di bidang politik, tetapi juga bidang ekonomi khususnya perdagangan dan investasi.
Ia dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Deplu, Arta Uli Tobing pada seminar yang berlangsung di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, menyebutkan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke negara-negara Timur Tengah, belum lama ini bertujuan merealisasikan kerjasama tersebut.
Menurut Hassan Wirayudha, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Senegal, belum lama ini telah mengesahkan piagam baru bagi kemajuan demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan ‘good governance’.
Kehadiran Presiden Yudhoyono dalam KTT OKI itu dapat membantu lebih mendekatkan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di Timur Tengah.
Selain itu, menurut dia, pemerintah RI juga mendorong berdirinya pusat studi atau pusat kajian tentang Timur Tengah, yang diharapkan dapat membantu publik dalam memahami Timur Tengah dengan lebih baik.
Sementara itu, pengamat politik dari UGM, Prof Dr Siti Mutiah Setiawati mengatakan kunjungan Presiden Yudhoyono ke negara-negara Timur Tengah tujuan utamanya adalah mencari peluang untuk menjaring investor dari kawasan tersebut agar menanamkan modalnya di Indonesia.
Kata dia, kunjungan itu membuktikan bahwa politik luar negeri Indonesia di bawah pimpinan Presiden Yudhoyono merupakan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintahan sebelumnya yang menganggap Timur Tengah sebagai kawasan yang penting.
“Sehubungan dengan hal itu, pemerintah Indonesia harus menciptakan paradigma baru dalam menjalin hubungan kerjasama dengan negara-negara di kawasan tersebut,” katanya. Seminar sehari itu diikuti kalangan akademisi, beberapa utusan dari instansi terkait serta undangan lainnya. ( ant)



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.