Ali Umri Dan Gubernur Sumatera Utara, Memproduktifkan Faktor Perbedaan
24 Maret 2008 | 15:46 WIB
WARGA LABUHAN BATU DAPAT UMROH: Ketua Partai Golkar Sumut, Ali Umri bersama kader Golkar lainnya serta 7.000 warga Labuhan Batu mengitari sejumlah ruas jalan di Kota Rantau Prapat sepanjang hampir 1 km pada jalan santai, Minggu (23/3). Tujuh warga Labuhan Batu yang beruntung mengikuti jalan santai mendapatkan hadiah umroh dari Ali Umri juga Calon Gubsu nomor urut 1 itu. (Waspada/Surya Efendi )
DALAM ’rumah besar’ Sumatera Utara dihuni keragaman latar belakang dari mulai agama, etnis dan latar belakang sosial lainnya. Sudah barang tentu keragaman latar belakang ini akan menelurkan keragaman kepentingan, keragaman pendapat dan keragaman-keragaman lainnya.
Calon Gubernur HM.Ali Umri, SH, MKn memiliki peluang yang paling besar untuk mengubah keragaman-keragaman ini menjadi faktor produktif bagi pembangunan. Resistensi yang dimiliki Umri dalam hal ini sangat kecil karena berbagai kelebihan yang dimilikinya.
Kita sadari bersama bahwa jika keragaman ini tidak dikelola dengan baik dan bijak maka akan menjadi potensi perpecahan yang besar, atau paling tidak akan menyulitkan proses pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah daerah.
Padahal proses pembangunan memiliki cita-cita yang besar yakni membawa masyarakat Sumatera Utara menjadi sejahtera. Kata Sumatera Utara ini menyiratkan suatu jumlah populasi yang besar yaitu sebanyak lebih 12 juta jiwa rakyat yang tinggal di provinsi ini.
Karena itu, mengelola perbedaan menjadi faktor yang produktif tidak sekedar seperti mengelola perbedaan pendapat yang terjadi dalam suatu rapat proyeksi di meja redaksi misalnya, atau terjadi perdebatan di ruang kelas mahasiswa.
Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya proses memproduktifkan perbedaan tersebut, antara lain adanya kebiasaan dalam diri individu maupun kelompok dalam masyarakat untuk menyatakan pendapat, buah fikirannya secara terbuka, wajar dan alamiah.
Sering kali suatu pemikiran yang dihasilkan dari suatu pemufakatan kurang ’kaya’ karena adanya faktor kurang terbukanya dalam menyampaikan buah fikiran. Kekurangmampuan mengartikulasikan sebuah gagasan seringkali menjadi alasannya. Gagasan-gagasan seperti inilah yang harus didorong agar bisa keluar. Karena buah pikiran yang terpendam akan tersumbat dan mencari jalannya sendiri untuk keluar.
Sosok Ali Umri adalah orang yang memiliki aura kepribadian untuk itu. Dia bisa menjadi orang yang ’merangsang’ orang mengartikulasikan sebuah gagasan yang brilian untuk menjadi suatu hal yang pantas menjadi referensi suatu keputusan. Umri sekaligus memiliki kemampuan untuk ’menyisihkan’ berbagai pendapat yang sesungguhnya hanya ’mengganggu’ saja.
Kedua adalah faktor keilmuan. Karena proses pembangunan adalah menyangkut bidang yang sangat luas, maka tidak mungkin bisa dimengerti, diuraikan dan dijabarkan tanpa berfikir secara sistematis dan objektif.
Jawabannya adalah, gagasan dan ide-ide yang cemerlang itu harus ’dimasukan’ ke dalam suatu proses berfikir yang terstruktur dalam tradisi berfikir ilmiah dalam setiap levelnya.
Tradisi ilmiah yang dimiliki Umri juga cukup kental. Hal itu dapat dilihat dari pola pembangunan yang diterapkannya di kota Binjai juta dalam visi dan misinya membangun pondasi pembangunan dengan prioritas utama membenahi infrastruktur.
Konsep-konsep pembangunan yang telah dilakukan Umri di kota Binjai menunjukan dia memiliki suatu struktur pengetahuan yang kokoh, sistematika berfikir yang solid, dan yang ketiga adalah dia memiliki kemampuan pembelajaran yang cepat.
Faktor ketiga adalah faktor kedekatannya dengan para ulama, dan komitmennya pada bidang keagamaan yang kuat. Kalau dua faktor sebelumnya adalah faktor usaha yang maksimal dalam kehidupan di dunia, maka faktor ketiga ini adalah faktor doa yang mendekatkan diri kepada Illahi.
Keputusannya membawa Dr H.Maratua Simanjuntak menjadi calon wakil gubernurnya saja sudah menunjukan betapa Umri sangat dekat dan memperhatikan para ulama. Maka kekuatan doa dari para ulama adalah faktor yang juga menentukan tercapainya tujuan mensejahterakan rakyat Sumatera Utara.(WSP/m12)




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.