Singapura Perkenalkan Teknologi Penyimpanan Senjata Bawah Tanah

Singapura ( Berita ) :  Singapura, Jumat, untuk pertama kali memperkenalkan fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, salah satu jenis teknologi paling modern di dunia.

Bertempat di penggalian tertua Mandai, teknologi yang diberi nama Underground Ammunition Facility (UAF) itu juga merupakan fasilitas penyimpanan bawah tanah berskala besar pertama yang dirancang dan dikembangkan di kawasan pembangunan dan berpenduduk padat, kata Kementerian Pertahanan dalam suatu pernyataan.

Ketika mengunjungi fasilitas itu, Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean menyoroti tata guna lahan dan ruang secara efisien. Dengan membangun fasilitas di bawah tanah itu, dapat dihemat 300 hektare lahan atau setara dengan 400 lapangan sepak bola.

Penyimpanan itu memerlukan 20 persen lebih rendah tenaga kerja untuk mengoperasikan dibanding penyimpanan konvensional di atas tanah karena hal itu dilengkapi dengan teknologi dan sistem penyimpanan amunisi paling mutakhir.

Teknologi itu juga memerlukan separuh energi bagi pendingin ruang karena penyekatan alami yang disediakan lewat lubang granit.

Menhan itu menyebutnya sebagai “prestasi rekayasa”, yang memberlakukan standar-standar baru dalam penyimpanan bawah tanah, keselamatan, dan efisiensi. Fasilitas berteknologi tinggi itu merupakan pusat operasi satu-atap untuk penyimpanan dan pemasokan amunisi kepada Angkatan Bersenjata Singapura (SAF).

Personel SAF kini dapat memindahkan lebih banyak amunisi kepada pasukan dalam waktu singkat, dan dalam konfigurasi yang tepat bagi misi khusus karena pengisian amunisi disimpan dalam peti kemas standar yang siap untuk dipindah-pindahkan.

Peti-peti kemas itu, yang didesain untuk memudahkan perolehan kembali dan pemrosesan, dapat secara mudah dimuat dalam kereta gandeng komersial yang langsung di bawa ke lapangan dan segera diserahkan kepada pasukan. ( ant/xinhua )