Singapura Minta Kepri Perketat Pelabuhan Terkait Kaburnya Slamet Kastari

Batam ( Berita ) :  Kepolisian Singapura meminta Polda Kepulauan Riau memperketat penjagaan di berbagai pelabuhan terkait kaburnya Mas Slamet Bin Kastari, tersangka terorisme, dari pusat penahanan di Jalan Whitley Singapura, Rabu pukul 16.05.

“Pihak Singapura sudah menghubungi kami dan meminta penjagaan agar teroris itu tidak lari ke Indonesia,” kata Kepala Polda Kepri Brigjen Pol Sutarman di Batam, Kamis [28/02] .

Slamet Kastari, warga negara Singapura, terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI), dan didakwa terlibat dalam perencanaan pembajakan pesawat dari Bangkok, Thailand ke Singapura, sekitar lima tahun lalu.

Menurut Sutarman, Slamet sangat mengenal seluk beluk Indonesia karena pernah menetap di Riau dan Jawa. “Dia sangat tahu bagaimana cara-cara masuk ke Indonesia (secara ilegal),” katanya.

Kapolda mengatakan kepolisian meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kemungkinan kehadiran Slamet di pelabuhan-pelabuhan rakyat (tidak resmi) yang tersebar di berbagai penjuru Kepri. “Kepolisian tidak akan mampu menjaga seluruh pelabuhan,” katanya. Jumat, direncanakan Kapolda mengunjungi beberapa pulau untuk menginformasikan dan meminta masyarakat waspada.

“Kalau Slamet bisa sampai di Indonesia dan melakukan terorisme di sini, perekonomian kita bisa kacau,” katanya.

Selain sempat menetap di Riau, Slamet juga pernah didakwa atas tuduhan kepemilikan KTP palsu. Saat berita ini diturunkan, Kapolda mengadakan pertemuan tertutup dengan Atase Pertahanan Singapura. Kepolisian Singapura kini melakukan pencarian besar-besaran untuk menangkap kembali Mas Slamet Bin Kastari.

Menurut Chanel News Asia, Selamat Bin Kastari (di media Indonesia ditulis Mas Slamet Bin Kastari) pernah ditangkap kepolisian Indonesia karena menggunakan kartu identitas palsu. Berdasarkan penyelidikan, katanya, tim elite antiteror Polri menemukan bahwa Selamat adalah pemimpin jaringan teroris JI di Singapura.

Selamat dideportasi ke Singapura tahun 2006.

Ia yang kini berusia 45 tahun dan mempunyai empat anak, disebut-sebut terlibat dalam perencanaan penyerangan terhadap fasilitas asing dan lokal di Singapura.

Sasaran kelompok Slamet meliputi Kedubes Amerika Serikat, Klub Amerika, dan Kantor Pusat Departremen Pertahanan Singapura di Bukit Gombak serta gedung Kementerian Pendidikan di North Buona Vista Drive.

Slamet melarikan dari Singapura Desember 2001 setelah aparat keamananan negerinya melancarkan operasi terhadap organisasi terorisme.

Aparat Singapura mengindikasikan Selamat Kastari berencana menubrukkan tujuh truk berisi bom ke beberapa sasaran di Singapura. Hasil penyelidikan juga menunjukkan Slamet adalah otak pelaku perencanaan pembajakan pesawat terbang yang akan ditubrukkan di Bandara Changi.  ( ant )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.