Ahlulbait: Muhammad Figur Teladan Masyarakat Dunia
29 Februari 2008 | 11:18 WIB
Makassar ( Berita ) : Abad 21 yang merupakan era globalisasi, masyarakat dunia membutuhkan figur teladan seperti Nabi Muhammad SAW yang diyakini umat muslim sebagai pembawa siar kedamaian dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pada abad ini, masyarakat dunia butuh figur yang dapat menjadi teladan dalam segala aspek kehidupan seperti figur Rasulullah Muhammad SAW,” ujar Ayatullah Duri Najafabadi, Hakim Agung Republik Islam Iraq dan anggota tinggi Majma Ahlulbait Iraq pada seminar internasional yang digelar pada Mukhtamar III Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Kamis [28/02] .
Pada mukhtamar yang dihadiri sedikitnya 1.000 orang Ahlulbait Indonesia dan tokoh-tokoh Syiah asal Timur Tengah dan Eropa itu, Najafabadi dengan tegas mengatakan, Nabi Muhammad merupakan suri teladan bukan hanya bagi kaum muslim tetapi seluruh masyarakat dunia karena nilai-nilai yang dianutnya bersifat universal. Mengenai kondisi masyarakat Indonesia, ia mengatakan, perlu mengedepankan nilai-nilai yang dianut ahlulbait agar dapat keluar dari keterpurukan. “Ahlulbait terus berusaha membebaskan orang-orang tertindas dan menjunjung tinggi keadilan,” katanya sembari menambahkan, suri tauladan Nabi Muhammad tidak lekang ditelan zaman.
Terkait dengan hal tersebut, ia mengimbau agar masyarakat muslim senantiasa merekatkan ukhuwah dan persaudaraan sehingga jika ada sebagian masyarakat muslim di dunia yang ditindas, maka muslim lainnya wajib membantu dan bangkit bersama melakukan perlawanan.
Selain Najafabadi, tiga pembicara lainnya yang tampil adalah Hujatul Islam Syaikh Mohammad Salak, Wakil Majma Ahlulbait di Teheran, Ayatullah Dr Sayyed Muhammad Musawi, Pimpinan Lembaga Ahlulbait yang berkedudukan di London dan Dr Jalalluddin Rahman, MSc, Ketua Dewan Syurah IJABI Indonesia.
Mereka juga mengulas tentang keteladanan Nabi Muhammad dan cucunya Imam Husein alaihi salam (as) dan menyatakan bahwa ajaran Islam adalah pembawa keadamaian bagi seluruh umat manusia, tanpa mengenal perbedaan agama, warna kulit, kasta dan stratifikasi sosial politik lainnya. Mukhtamar III IJABI ini berlangsung selama tiga hari yakni 28 Februari - 1 Maret 2008.
Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini, menurut Ima, salah seorang Panitia Mukhtamar IJABI di Makassar, jamaah ahlulbait dapat mengaplikasikan rekomendasi yang dikeluarkan nanti di daerah atau negara masing-masing. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.