Sumut Jadi Target Operasi Bandar Narkoba
27 Februari 2008 | 15:46 WIB
Medan ( Berita ) : Sumatera Utara tampaknya telah menjadi target pemasaran oleh para bandar narkoba internasional dengan menjadikan pelabuhan Belawan sebagai pintu masuknya.
“Itu terlihat dari tertangkapnya dua pengedar narkoba dalam waktu yang berdekatan baru-baru ini,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Parlindungan Purba di Medan, Rabu [27/02] , ketika dimintai pendapatnya tentang penangkapan dua pengedar narkoba di Belawan.
Pada 17 Pebruari 2008 petugas menangkap pengedar narkoba dan mengamankan 3,3 kg heroin serta menangkap pengedar barang terlarang jenis putau pada 25 Pebruari 2008.
Menurut Purba, salah satu langkah terbaik untuk mengantisipasinya adalah dengan meningkatkan koordinasi antar petugas terkait seperti Bea Cukai, Administrator Pelabuhan dan Polres KP3 Belawan. Peningkatan koordinasi tersebut merupakan langkah pencegahan efektif tanpa harus melakukan penambahan personil untuk pengawasan.
Diharapkan dengan koordinasi yang baik antar petugas, rencana bandar narkoba menjadikan Sumut sebagai target pemasaran dan pelabuhan Belawan sebagai pintu masuk dapat dicegah, katanya. Wakapolres KP3 Belawan, Kompol Sandy Nugroho, SIK ketika dihubungi, mengatakan, koordinasi itu sudah dilakukan sejak lama, termasuk guna mencegah terjadinya tindak pidana lain seperti aksi penyelundupan.
Koordinasi dilakukan untuk meningkatkan pengamanan daerah Belawan yang akan dijadikan pelabuhan kategori “hubport” (pelabuhan yang memiliki akses ke luar negeri), katanya.
Rubah Pola
Lebih lanjut Parlindungan Purba berpendapat pemerintah perlu merubah pola sosialisasi dan kampanye anti peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Kampanye yang selama ini menampilkan sosok terkenal yang pernah terlibat narkoba dinilai kurang baik dan efektif.
Pemerintah perlu menampilkan sosok yang bersih sehingga dapat menjadi contoh dan panutan masyarakat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Selain itu, pemerintah juga perlu mengampanyekan narkoba sebagai musuh bersama yang dapat merusak masa depan generasi bangsa. “Biasanya, jika sudah ditetapkan menjadi musuh bersama masyarakat mudah bersatu untuk memeranginya,” katanya. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.