Bangkit Sitepu : Tegakkan Kebenaran Dualisme Pengda TI Dan KONI Sumut

Medan  ( Berita ) : Ketua Umum Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia (TI) Sumut demisioner DR Bangkit Sitepu, meminta Pengurus Besar TI dan KONI Sumut untuk tetap menegakkan kebenaran demi terciptanya prestasi olahraga sesuai yang diinginkan.

“Terkait pelaksanaan Musda TI untuk membentuk kepengurusan priode 2008-2012, kita minta KONI maupun PB untuk menegakkan kebenaran, karena inilah dia Musda yang sebenar-benarnya,” kata Bangkit menjawab wartawan, di sela-sela jalannya Musda yang digelar sehari di Aula Kantor Dinas Pemuda Dan Olahraga Sumut (Disporasu) Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Keputusan PB TI yang mengesahkan kepengurusan TI Sumut di bawah kepemimpinan Meherban Shah (Kemek) lewat Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang sebelumnya digelar, sangat disesalkan Bangkit Sitepu. Ditambah lagi KONI Sumut yang memberikan rekomendasi ke PB TI
untuk mengesahkan kepengurusan hasil Musdalub tersebut.

Bangkit Sitepu, ketua periode 2002-2007 bersama rekan-rekannya dari kepengurusan lama serta pengcab-pengcab yang loyal kepadanya menegaskan telah mempersiapkan judicial review untuk menggugat kembali keabsahan hukum kepengurusan versi Musdalub.  ”Kami siap melakukan judicial review. Kami anggap lewat Musda inilah yang nantinya menghasilkan kepengurusan yang sah. Kalau ada yang mengklaim sebagai pengurus versi Musdalub, itu tidak benar,” kata Bangkit.

Dia menegaskan, Musda yang digelarnya sesuai AD/ART juga
telah memenuhi syarat. Hadir 12 Pengcab dalam Musda tersebut dari 12 Pengcab yang sah. Sebagian yang hadir merupakan pengurus harian, sementara yang bukan tetap mengantongi mandat.

Ke-12 pengcab yang hadir yakni Medan dihadiri Jesayas Tarigan (sekretaris), Binjai dihadiri Wahyudi SH, Aswin (Ketua dan Sekretaris), Deli Serdang dihadiri Ir Moktar MN dan Wahyudi S (Ketua dan Sekretaris).

Kemudian Langkat dihadiri H Husnul Abrar, Eninta Kaban Amd (sekretaris dan bendahara), Tanah Karo dihadiri Rejeki Karo-Karo, Herry R Ginting (Wakil Ketua I dan II), Dairi dihadiri Pandapotan Sianturi SE dan Roy Tarigan (pelatih), Tebing Tinggi dihadiri M Hafril Fadhly dan Fahruddin (ketua dan sekretris), Pematang Siantar dihadiri Robby Purba, Ir Jhon Ronny (ketua dan sekretaris, Simalungun dihadiri Lamhot Haloho (ketua).

Selanjutnya Asahan dihadiri TR Nainggolan dan Tambunan (wakil ketua dan wakil sekretaris), Tanjung Balai dihadiri Rudi Sitorus dan Weng Lie (ketua dan pelatih), Serdang Bedagai dihadiri Irwan St (sekretaris), sedangkan Padang Sidimpuan menurut Bangkit Sitepu berhalangan hadir namun telah memberikan alasan dan tetap mendukung Musda tersebut.  

Bangkit Sitepu yang juga anggota DPRD Medan ini juga mengaku sangat menyesalkan kebijakan yang dilakukan PB TI dan KONI Sumut, karena menurut Bangkit kepengurusan TI Sumut masih sah, bahkan seluruh Pengcab tetap solid. “Selama ini juga tidak ada masalah di organisasi, bahkan pembinaan tetap berjalan lancar. Pemberitahuan akan digelar Musda Februaru sebelumnya juga telah dilapor ke PB TI,” cetus Bangkit.

 

Lima Formatur

Sementara itu Landen Marbun, Sekretaris Umum kepengurusan lama yang diberi kepercayaan menjadi pemimpin sidang, menyampaikan hasil kesepakatan forum akhirnya memilih lima formatur untuk memilih ketua dan menyusun
kepengurusan periode 2008-2013, yakni Kolonel Abet Nego Sembiring (Medan), Bangkit Sitepu (mantan ketua lama), Husni Thamrin (Deli Serdang), Rejeki Karo-karo (Tanah Karo) dan Yesayas Tarigan (Medan).

Menanggapi dualisme kepengurusan TI Sumut,  Landen juga sangat mengecam KONI Sumut yang bersikap sangat tidak sportif.  “Kami sangat menyesalkan KONI. Bagaimana bisa memberikan rekomendasi bagi pihak yang tidak benar. Kami tidak butuh dukungan KONI, jika KONI seperti itu,” ketusnya.

Soal kemungkinan KONI tidak akan mengakomodir kepengurusan versi Musda ini, Landen menyatakan mereka tidak peduli. “Yang kami lakukan hanya ingin membuka mata dan hati KONI, bagaimana sebenarnya arus pembina di bawah,” ujarnya.

 Landen mengatakan, KONI harus menanggung resiko jika di PON XVII mendatang tidak ada taekwondoin terbaik Sumut yang mau turun. “Jangan salahkan kami, karena itu komitmen dan kebulatan tekad pengcab-pengcab yang tidak mau melepaskan atletnya. Para atlet pun  menyatakan mendukung hal tersebut,” ungkap Landen.(irm)