Rakyat Inggris Tunggu Penetapan Ekspektasi Inflasi Bank Sentral

London ( Berita ) :  Para pelaku usaha dan pemilik kredit perumahan di Inggris tengah menunggu laporan kuartalan bank sentral Inggris (Bank of England/BOE) untuk menetapkan ekspektasi inflasi sekaligus memberikan gambaran mengenai prospek pemangkasan suku bunga beberapa bulan ke depan, demikian berbagai media Inggris memberitakan Selasa .

Pengamat ekonomi, Muslimin Anwar, kepada ANTARA di London Rabu [13/02] , mengatakan dampak positif dari para politisi di negeri Inggris untuk menjaga independensi Bank Sentral-nya adalah kepercayaan yang tinggi diberikan kalangan bisnis dan masyarakat awam kepada Bank of England terhadap kebijakan moneternya maupun laporan penelitiannya.

Doktor Moneter lulusan Brunel University, London ini menyebutkan sikap politik politisi negeri Kanjeng Ratu Elizabeth II ini telah memberi kemudahan bagi pelaku usaha dan investor asing untuk membaca secara jernih mengenai arah perkembangan ekonomi negeri itu, karena demikian terukur dan sangat jelas.

“Hal tersebut telah membuat masyarakat menjadi pemain aktif untuk bersama-sama ikut menjaga inflasi berada dalam kisaran target yang ditetapkan pemerintah yakni 2 persen,” ujar salah satu mantan Mahasiswa Utama Universitas Indonesia.

Menurut Muslimin, menjadi tak mengherankan apabila rakyat Inggris kemudian memasukkan laporan kuartalan Bank of England yang antara lain memuat ekspektasi inflasi sebagai variable utama dalam penetapan strategi bisnis dan keuangan rumah tangga ke depan.

Laporan kuartalan Bank Sentral Inggris berisi evaluasi kondisi makro ekonomi Inggris, prospek ekonomi moneter ke depan dan berbagai faktor risiko yang dihadapi, serta pencapaian sasaran inflasi sangat dinantikan itu dipicu adanya potensi gado-gado antara perlambatan ekonomi dan peningkatan inflasi, ujar Muslimin.

Ia menambahkan dari hasil perkiraan The Office for National Statistics, Selasa kemarin menyatakan bahwa sampai empat bulan ke muka angka inflasi akan tetap bertengger di atas target yang ditetapkan pemerintah yakni dua persen.

“Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dilaporkan The Office for National Statistics sempat mencapai 2,2 persen pada Januari, yang merupakan posisi tertinggi selama tujuh bulan terakhir, sedikit di bawah perkiraan banyak pengamat yakni 2,3 persen,” tambah penyandang gelar Putera Kampus Indonesia 1993 ini.

Laporan Kuartalan BOE diperkirakan akan memberikan gambaran IHK ke depan berdasarkan asumsi pasar mengenai suku bunga, ujar Ketua ICMI London ini lagi.

“Selain itu, penurunan suku bunga secara dramatis yang dilakukan Fed AS dari 4,25 persen menjadi 3 persen dalam dua kali sejak awal tahun 2008, untuk meredakan gejolak pasar global di tengah kekhawatiran ekonomi AS yang sudah berada di ambang resesi, telah menebar harapan aksi serupa akan dilakukan di Inggris,” ujar peraih MBA di bidang keuangan dari Pittsburgh University, AS.

   Tekanan Inflasi

Muslimin yakin meskipun BOE memasukkan perubahan level bunga Fed Fund sebagai salah satu variabel yang dipantau untuk kebijakan moneternya, namun tekanan inflasi dalam negeri Inggris yang masih tinggi akan mendapat porsi yang lebih tinggi.

Ekonom Bank Indonesia ini mengisyaratkan suku bunga acuan di Inggris belum akan diturunkan dalam waktu dekat, karena fokus kebijakan moneter BOE akan berada pada pengendalian inflasi di dalam negerinya.

“Meskipun masih tersedia ruang bagi penurunan 25 basis poin ke depan, namun kecenderungan inflasi ke depan telah membelenggu tangan bank sentral Inggris untuk terus menurunkan suku bunganya dalam beberapa bulan ke muka,” ujar peraih dua Vice Chancelor Award dari Brunel University, London.

Muslimin menambahkan tantangan sesungguhnya yang dihadapi BOE saat ini adalah bagaimana caranya agar dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tidak terjebak dalam pusaran krisis global dan mengembalikan inflasi kepada kisaran target yang ditetapkan pemerintah yakni 2 persen.

Namun demikian pria yang pernah tercatat dalam A Dean?s List atas prestasi akademiknya di Katz Business School, Pennsylvania, AS ini memperkirakan bahwa suku bunga di Inggris setidaknya akan mencapai 4,5 persen pada akhir tahun, apabila ekonomi terus mengalami perlambatan. ( ant )