Barat Khawatir Indonesia Pimpin Kemajuan Islam
4 Februari 2008 | 15:52 WIB
Medan ( Berita ) : Indonesia dinilai memiliki potensi yang cukup baik untuk memimpin kemajuan dunia Islam, jika dilihat dari aspek sumber daya alam, letak yang strategis, manusia yang ulet, kultur kekeluargaan yang cukup tinggi, serta taat dalam menjalankan agama.
Prof Dr H Muslim Nasution, MA, dosen pascasarjana UIN Jakarta mengemukakan hal itu pada dialog Membangun Masa Depan Islam Mewujudkan Harmonitas Umat di Bina Graha Pemprovsu Jalan P. Diponegoro Medan, Jumat (1/2). Nasution mengemukakan itu mengutip pernyataan Malik bin Nabi, seorang pemikir Islam asal Aljazair.
Kegiatan yang digelar MUI Sumut bekerjasama dengan Ormas Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru 1429 Hijriyah dihadiri Kakanwil Depagsu Drs Syariful Mahya Bandar, MAP, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Drs Dalail Ahmad, MA, Ketua Al Washliyah Sumut H Nizar Syarif, Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung, PR III UMSU Agus Sani. Sedang penceramah yang tampil Prof Dr Syahrin Harahap, MA (dosen Pascasarjana IAIN Sumut), Dr Haedar Nasir, MSc (PP Muhammadiyah) dan Dr Hasan Bakti Nasution, MA (Sekretaris MUI Sumut).
Menurut Malik bin Nabi, kata Nasution, ada dua benua yang berpotensi memimpin kemajuan Islam dunia masa depan yakni Benua India, dan Negara Melayu atau Asia Tenggara seperti Melayu Malaysia, Thailand, Filipina, Brunai dan Indonesia. Namun, di antara keduanya, yang berpeluang itu adalah Indonesia mengingat jumlah muslim yang terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia.
Harapan dunia terhadap Indonesia memimpin kemajuan Islam cukup besar dan selama ini keislaman di Indonesia cukup disegani oleh negara-negara Islam lainnya.
Nasution menyatakan, negara Eropa dan Amerika Serikat mengkhawatirkan atas kebangkitan Islam di Indonesia, sehingga mereka menggunakan berbagai cara untuk menghancurkannya antara lain melakukan penjajahan seperti yang dilakukan Belanda dan menumbuhkan berbagai aliran sesat.
Berkaitan hal itu negara Eropa dan Amerika senantiasa mengawal kepemimpinan negara-negara OKI jangan sampai jatuh ke Indonesia sebagai orang pertama. Sebab, jika sampai dipegang Indonesia apa yang dikhawatirkan negara-negara itu akan menjadikan kenyataan dan tekanan akan semakin keras terhadap Indonesia.
Menurut Nasution, untuk memajukan dunia Islam harus bisa menguasai dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Salah satu faktor keruntuhan kejayaan Islam masa lalu antara lain karena umat telah meninggalkan dunia pendidikan.
Konsep Masa Depan Islam
Konsep untuk membangkitkan kembali masa depan Islam antara lain, semua aktivitas harus dengan nama Allah dan itu terpatri dalam bentuk ibadah dan aqidah. Kemudian konsep ihsan, dengan melakukan sesuatu betul-betul secara profesional, tidak asal-asalan, sehingga hasilnya cukup memuaskan.
Di samping itu, lanjutnya, perlu wahdatul ummat (persatuan umat) sebab tanpa persatuan kemajuan akan sangat sulit diperoleh. “Bagaimana umat Islam yang besar dan banyak di Indonesia bisa bersatu dan tidak terpecah-pecah, karena persatuan merupakan modal utama dalam mencapai kemajuan,” ujarnya.
Selain itu, kata Nasution, kebangkitan Islam harus memiliki imam atau pemimpin karena tanpa imam akan sulit melakukan sesuatu secara baik dan satu tujuan.
“Karena itu harus teliti dalam memilih imam, jangan ceroboh,” tegas Nasution yang juga pengurus PB Al Washliyah.
Harus Bersatu
Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, MA menyatakan, Tahun Baru Islam ditetapkan bukan berawal dari lahirnya, wafatnya, atau diangkatnya Muhammad sebagai rasul, tetapi ditetapkan dengan hijrahnya nabi ke Madinah (Yasrif). Tujuan hijrah, lanjutnya, bukan untuk menyelamatkan nyawa nabi dari ancaman kafir quraisy, tetapi lebih merupakan strategi untuk mengembangkan Islam. ( m14/Wsp )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.