Empat Warga Melayu Tewas Di Thailand Selatan
Seorang pejabat pemerintah daerah berumur 32 tahun tewas akibat penembakan berkendaraan pada Rabu pagi di Yala, satu dari tiga propinsi berpenduduk sebagian besar Melatu di sepanjang perbatasan selatan dengan
Di Pattani, propinsi terdekatnya, seorang petugas keamanan berumur 52 tahun ditembak tewas di ruang pamer mobil sewaktu pulang dari kerja sesudah menjalani tugas malam, tambah mereka.
Dua orang lain tewas pada Selasa malam. Seorang berumur 43 tahun ditembak tewas di rumahnya di Yala, sedangkan yang kedua berumur 47 tahun, ditembak tewas dalam serangan berkendaraan di propinsi Narathiwat, kata polisi.
Lebih dari 2.800 orang tewas sejak kerusuhan meledak pada Januari 2004 di selatan, yang merupakan kesultanan mandiri Melayu sampai Siam Thailand mencaploknya pada 1902, yang memicu berdasawarsa ketegangan.
Tiga warga ditembak tewas dan satu tentara cedera akibat bom dalam serangkaian serangan, yang dituding dilakukan pejuang di daerah berpenduduk sebagian besar Melayu di Thailand selatan, kata polisi hari Senin.
Dua orang tewas dalam penembakan berkendaraan pada Minggu malam di Pattani, satu dari tiga propinsi dilanda perlawanan empat tahun di sepanjang perbatasan selatan dengan
Pada Minggu malam di Yala, propinsi terdekat, empat orang bersenjata menyerbu rumah pejabat pemerintah setempat, membunuhnya di depan enam tamunya, yang melihatnya dengan ngeri, kata polisi.
Pada malam itu, satu bom jalanan meledak saat ronda tentara melintas, mencederai satu tentara, tambah polisi.
Lebih dari 2.800 orang tewas sejak perlawanan meletus pada Januari 2004 di selatan, yang merupakan kesultanan mandiri Melayu sampai Siam Thailand mencploknya pada 1902, yang memicu berdasawarsa ketegangan.
Sekelompok orang diduga pejuang menembak tewas empat orang dalam serangan terpisah di daerah bergolak
Seorang
Di Yala, seorang warga Siam berumur 40 tahun juga dibunuh malam sebelumnya dalam peristiwa serupa, sedangkan seorang warga Melayu berumur 33 tahun ditembak tewas dalam serangan di propinsi itu pada hari tersebut juga.
Polisi menyatakan, seorang warga Melayu berumur 36 tahun juga ditembak tewas di propinsi Pattani pada hari sama.
Enam warga Melayu tewas dan delapan tentara cedera akibat serangan gerilyawan di
Kekerasan itu dimulai hari sebelumnya, ketika dua warga Melayu, yang bekerja di pemerintah setempat, tewas di propinsi Yala dan seorang pria lain ditembak mati di depan rumahnya di propinsi Narathiwat, kata polisi wilayah itu.
Kekerasan berlanjut, sementara Surayud menuju wilayah dilanda kekerasan itu esoknya, dengan tiga warga Melayu ditembak mati dalam serangan terpisah di provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat. ( ant/afp )