Dua Calon Kandidat Presiden AS Mengundurkan Diri : Harian Berita Sore

Dua Calon Kandidat Presiden AS Mengundurkan Diri

31 Januari 2008 | 15:31 WIB

New York ( Berita ) :  Persaingan calon kandidat presiden Amerika Serikat di Partai Demokrat dan Partai Republik makin mengerucut setelah calon dari Demokrat, John Edwards, dan calon dari Republik, Rudy Giuliani, pada hari Rabu [30/01] sama-sama menyatakan mundur dari pencalonan.

Pernyataan yang mengejutkan tentang pengunduran dirinya disampaikan John Edwards -bekas senator asal North Carolina– ketika ia bertandang ke New Orleans, negara bagian tempat ia memulai kampanyenya tahun lalu.

Menurut Edwards, keputusannya untuk mundur akan memperkuat upaya Partai Demokrat merebut kembali kepemimpinan di AS, yang selama dua periode terakhir dipegang Partai Republik melalui kepemimpinan Presiden George W. Bush.  “Ini waktunya bagi saya untuk menyingkir, sehingga sejarah dapat mengobarkan jalannya… dengan pendirian yang kami miliki dan sedikit kekuatan kami akan kembali mengambil alih Gedung Putih November mendatang,” kata Edwards di New Orleans, negara bagian yang pernah dilanda bencana alam Badai Katrina tahun 2005.

Dari pemungutan suara yang diadakan untuk Demokrat di beberapa negara bagian, perolehan suara Edwars selalu menempati urutan ketiga.  Sementara Obama dan Hillary berbagai skor 2:2 memimpin perolehan suara pada pemilu awal, dengan Obama menang di Iowa dan South Carolina sementara Hillary berjaya di New Hampshire dan Nevada.

Pernyataan pengunduran diri Edwards dilihat sebagai mengejutkan karena minggu lalu ia masih menyatakan janjinya untuk terus ikut bertarung hingga diadakannya pemungutan suara di 22 negara bagian di AS pada Selasa (5/2) untuk memilih calon dari Demokrat.

Dengan mundurnya Edwards, persaingan di kubu Demokrat hanya akan terjadi antara dua kandidat yang sama-sama kuat, yaitu senator asal New York yang juga mantan ibu negara AS Hillary Rodham Clinton dan senator Illinois Barack Obama. Edwards tidak menyebut siapa di antara Hillary dan Obama yang akan didukungnya.

Yang jelas, jika salah satu terpilih sebagai presiden, Hillary dan Obama sama-sama akan menorehkan sejarah, yaitu menjadi presiden perempuan pertama atau presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat. Seperti dikutip media setempat, Edwards mengatakan dirinya terlebih dahulu akan bertemu dengan Hillary dan Obama sebelum ia memutuskan siapa di antara kedua kandidat itu yang akan didukungnya.

Apakah para pendukung Edwards selama ini akan ‘menyeberang’ ke Hillary atau Obama, hal itu akan terlihat pekan depan, saat Demokrat menyelenggarakan pemungutan suara di 22 negara bagian. Menurut jajak pendapat yang dilakukan Associated Press-Yahoo baru-baru ini, 40 prosen pendukung Edwards mengatakan memilih Hillary setelah Edwards, dan hanya 24 persen  yang menyebut Obama sebagai pilihan kedua setelah Edwards.

Tidak seperti John Edwards, Rudy Giuliani setelah mengumumkan bahwa ia undur diri dari bursa pencalonan presiden AS dari Partai Republik, telah langsung menunjukkan dukungannya bagi John McCain, senator asal Arizona.

Giuliani, yang sempat memimpin dalam pemungutan suara bagi calon kandidat Republik namun pada pemungutan terakhir berada di tempat ketiga, dilaporkan pada Rabu mendatangi Kalifornia untuk memberikan dukungannya kepada John McCain yang bersaing secara ketat dengan mantan gubernur Massachusetts, Mitt Romney.

Dengan mundurnya Giuliani dari pencalonan, maka di Partai Republik dua kandidat yang akan bertarung secara ketat adalah McCain melawan Romney. Sebenarnya kubu Republik masih memiliki calon lain yang saat ini masih mengikuti kampanye pencalonan presiden, yaitu mantan gubernur Arkansas, Mike Hukabee.

Namun Hukabee dilihat banyak pihak sebagai calon yang sangat lemah untuk maju bertahan dalam kampanye presiden antara lain karena memiliki kekurangan dalam hal dana.

Hillary, Obama, McCain, Romney, dan Hukabee saat ini masih bersaing pada Pemilu tahap awal yang berlangsung di satu negara bagian ke negara bagian lainnya.  Pemilihan awal tersebut dilakukan untuk menentukan calon presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik.

Pemenang Pemilu awal dari kedua partai tersebut kemudian akan saling berhadapan pada Pemilu yang akan digelar pada 4 November mendatang untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Presiden George W. Bush.  ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.