Bupati Asmat Protes Pemberitaan Separatis Di UNFCC : Harian Berita Sore

Bupati Asmat Protes Pemberitaan Separatis Di UNFCC

31 Januari 2008 | 15:32 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Bupati Kabupaten Asmat, Papua, Yuvensius A. Biakai BA memprotes pemberitaan terkait 11 orang Asmat yang ditangkap semasa pelaksanaan Konferensi tentang Perubahan Iklim (UNFCC) di Bali, Desember lalu.

Yuvensius menggelar jumpa pers di Departemen Komunikasi dan Informatika, Jl. Merdeka Barat, Jakarta, Kamis [31/01] untuk mengklarifikasi berita bahwa 11 orang tersebut merupakan anggota misi budaya Asmat yang diundang Institut Seni Indonesia (ISI) untuk mengisi acara dalam pelaksanaan UNFCC tersebut.

“Kami menegaskan bahwa Suku Asmat adalah bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan menentang keberadaan separatisme di Papua,” kata Yuvensius yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Muswayarah Adat Asmat (LMAA).

Pemberitaan di beberapa media tentang separatis yang hendak melakukan aksi di konferensi internasional tersebut dinilai Yuvensius merugikan bagi Suku Asmat yang dituduh ingin memerdekakan diri. “Orang Papua mau merdeka atau tidak, itu sama sekali tidak penting. Yang penting adalah bahwa Tanah Asmat, Tanah Papua. NKRI harus kita jadikan zona damai bagi segala mahluk hidup termasuk cacing pun harus merasa aman,” katanya.

Penangkapan terhadap 11 orang anggota misi budaya Asmat tersebut terjadi pada tanggal 2 Desember, yang disebabkan karena kapal yang ditumpangi mengalami keterlambatan. “Seharusnya rombongan sudah sampai pada pertengahan November, tapi karena salah satu mesin kapal rusak, maka perjalanannya semakin lama,” ujar Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Asmat, Robert Erwan Kusuma.

Ketatnya penjagaan keamanan mengakibatkan rombongan tersebut diperiksa pihak berwenang dan sempat dicurigai merupakan anggota Organisasi Pembebasan Papua (OPM).

Namun pemeriksaan yang diketuai Direktur Pol Air Polda Bali AKBP Oka ED Eswara waktu itu  akhirnay tidak menemukan adanya bendera OPM atau benda-benda yang mencurigakan lainnya.

Kapal motor (KM) Surya Timur yang disewa 11 orang itu hanya mengangkut perahu jukung dan perlengkapan pertunjukan kesenian yang lain.

Meskipun terbukti tidak bersalah, Bupati Kabupaten Asmat menyatakan tersinggung dengan tuduhan separatis yang dilontarkan sehingga merasa perlu melakukan klarifikasi dan menyebutkan visi Kabupaten Asmat yang antara lain berupa “NKRI adalah harga mati”. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.