Proposal Ke SEA Games ’Jual’ Nama Kadispora SU Dan Wartawan
30 Januari 2008 | 16:51 WIB
MEDAN (Berita): Ragam tanggapan maupun hujatan terus berlanjut terkait beredarnya proposal mengatasnamakan 15 wartawan olahraga yang ditujukan ke Bina Sosial Pemprov SU untuk lawatan studi banding ke Thailand. Apalagi, selain ÔmenjualÕ 15 nama wartawan, dari fotocopy lembaran proposal yang ditemukan, juga turut membawa-bawa nama Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga SU serta beberapa pejabat Dispora disebutkan ikut dalam lawatan yang mengandalkan dana APBD tersebut.
Padahal, Kasubdis Olaharaga Dispora SU, H Sakiruddin SE MM sebelumnya mengaku tidak tahu menahu mengenai keberangkatan tiga oknum ke SEA Games Thailand, yang ramai diberitakan beberapa media masa di Medan pertengahan November 2007. Begitu juga dengan beberapa wartawan lainnya yang namanya turut dicantumkan dalam proposal, seperti Setia Budi Siregar (Harian Waspada), Nia Rialita (Sumut Pos), Baringin Pulungan (Medan Pos), Surya (Tabloid Gelora), Husni Lubis (Harian Mimbar Umum), serta Toga Sitohang (SIB).
ÒWah aku tidak tahu kalau namaku juga dicantumkan, bisa dituntut itu,Ó cetus Setia Budi. Begitu juga halnya dengan Husni Lubis, yang bahkan mengaku belakangan kurang aktif mengikuti perkembangan olahraga karena kesibukannya ber politik menjelang Pilkadasu.
Hal senada juga disampaikan Nina Rialita yang mengatakan tak tahu menahu tentang persoalan berangkat ke Sea Games dengan menggunakan uang APBD.
Menanggapi persoalan itu, Ketua Umum Pengda FORKI Sumut DR H Rahmat Shah mengaku prihatin dan sangat geram dengan ulah oknum berinisial SR selaku kordinator rombongan yang tercantum dalam proposal. Menurut Rahmat Shah SR terkesan sangat nekad dalam mengolah anggaran APBD.
ÒApalagi sampai membawa-bawa nama organisasi dan instansi,Ó cetus Rahmat Shah yang juga penasihat organisasi Masyarakat Transparansi Olahraga (MTO).
Dia sangat menyesalkan akan ulah oknum yang selalu ingin mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan olahraga. Apalagi kini Sumut sedang dilanda keterpurukan prestasi olahraga.
Menurut Rahmat oknum tak punya nyali itu pantas dipanggil dengan sebutan ÒKampretÓ, bahkan tidak pantas didudukkan dalam satu organisasi.
Rahmat juga mengaku sering mendengar oknum SR selalu menuai masalah saat terlibat dalam momen keolahragaan, bahkan kasus dugaan ÔsuapÕ klub sepakbola Medan Jaya yang melibatkan oknum tersebut juga masih belum tuntas hingga saat ini.
ÒItu manusia tidah punya bobot, tak perlu terlibat dalam persoalan apapun apalagi diletakkan dalam satu tempat dalam organisasi, karena komunuitas yang melibatkannya juga akan turut hancur,Ó tandas Rahmat.
Tertera Rp181 Juta
Dalam Copy proposal yang ditemukan tersebut tertera pengajuan anggaran RP 181.000.000 dengan tujuan untuk Study tour ke Bangkok, dengan dalih belajar dari SEA Games ke negeri Gajah Putih. Disebutkan perjalanan akan berlangsung 10 hari. Namun seperti disebutkan, Kasi Olahraga Masyarakat, Mazrinal Nasution beberapa waktu lalu, karena anggaran yang dikucurkan Binsos tidak seperti yang diharapkan, mereka hanya melakukan perjalanan selama dua hari, saat berlangsung SEA Games dengan memberangkatkan tiga oknum ke Thai-land. Selain itu diperoleh informasi beberapa oknum yang tidak ikut hanya difasilitasi uang tinggal Rp 1juta/orang. (irm)



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.