Mantan Presiden RI Soeharto Meninggal Dunia

soeharto.jpgSOEHARTO WAFAT : Iringan ambulans yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto berjalan menuju kediaman di Jalan Cendana Jakarta, Minggu (27/1). Soeharto dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter kepresidenan pada pukul 13.10 di RSP Pertamina, Jakarta. [ Fot Ant ]

Jakartan ( Berita ) : Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Dr Mardjo Soebiandono, menyatakan bahwa mantan Presiden Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada pukul 13.10 WIB, Minggu [27/01] , pada usia 87 tahun. [ Foto Ant ]

Tim Dokter Kepresidenan bersama dengan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dan Siti Hedijati Hariyadi (Titik) menyatakan sendiri bahwa mantan Presiden Soeharto telah meninggal 13.10 WIB. “Innalillahi Wainalilahi Rojiun, telah wafat dengan tenang Bapak Haji Muhammad Soeharto pada hari Minggu 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB di RSPP Jakarta,” ujar dia.

foto-file1.jpg (Foto File) : Mayjen Soeharto saat dilantik sebagai Menpad oleh Presiden Soekarno pada 16 Oktober 1966. Mantan Presiden wafat pada, Minggu (27/1/08) jam 13.10 WIB setelah dirawat di RSP Pertamina sejak 4 Januari lalu. [ Foto Ant ]

Selanjutnya, Tutut menyatakan permintaan maaf dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan ayahnya. Dia sempat mengucapkan Istiqfar sebanyak tiga kali sebelum menyatakan permintamaafannya. “Bapak kami telah dipanggil oleh Allah SWT. Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada yang telah mendoakan Bapak selama ini,” ujar dia kepada wartawan.

foto-file3.jpg (Foto File) :  Presiden Soeharto menyambut kedatangan Presiden AS Nixon di Airport Kemayoran pada26 Juli 1969. Mantan Presiden wafat pada, Minggu (27/1/08) jam 13.10 WIB setelah dirawat di RSP Pertamina sejak 4 Januari lalu. [ Foto Ant ]

Dia juga menyatakan permohonan maaf kepada siapa saja yang mendoakan atau yang datang menjenguk ke RSPP tidak dilayani oleh keluarga secara baik. “Kami mohon jika ada kesalahan Bapak selama ini dimaafkan. Kami mohon doa restunya semoga perjalanan Bapak lancar selalu dilindungi Allah SWT diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Tutut mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu dalam doa dan derita. Menurut pantauan di RSPP, masyarakat mulai mendatangi RSPP dan mencoba melihat jenazah mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Wartawan terlihat panik dan berhamburan ke belakang rumah sakit untuk memastikan jenazah akan dibawa ke rumah kediaman Soeharto di Jalan Cendana Nomor 6 dan 8, Menteng, Jakarta Pusat.

Jenazah Dibawa Ke Cendana

Jenazah mantan Presiden Soeharto dibawa ke rumah kediaman Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, tepat pukul 14.35 WIB, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta selatan tempat ia dirawat sejak 4 Januari 2008.

Keluarga yang mendampingi jenazah Soeharto di mobil jenazah berplat nomor B 1544 VA adalah Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dan Siti Hedijati Hariyadi (Titiek).

Anggota keluarga lain mengikuti mobil jenazah, yang kemudian diikuti juga oleh beberapa kendaraan menteri. Beberapa pejabat yang terlihat mengiringi jenazah adalah Kapolri Sutanto dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

Sementara itu, warga masyarakat DKI Jakarta yang ingin mengabadikan suasana di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) terus berdatangan, setelah adanya kabar meninggalnya mantan Presiden Soeharto pada pukul 13.10 WIB.

Menurut pantauan Antara di RSPP, sejak kabar meninggalnya mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut ratusan warga berdatangan ke rumah sakit untuk mengabadikannya menggunakan telepon genggam. Bahkan, masyarakat ikut bergerombol di lobi RSPP bersama ratusan wartawan yang sudah berada disana sejak pagi.

Bendera Di Istana Setengah Tiang

Bendera Merah Putih di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu, diturunkan menjadi setengah tiang sehubungan meninggalnya mantan Presiden Soeharto pada Minggu siang, pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Sebelumnya Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari. ( ant )