TNI AL Kerahkan Kapal Penyapu Ranjau Cari Bangkai Nomad
31 Desember 2007 | 11:22 WIB
Jakarta ( Berita ) :Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan satu Kapal Perang RI (KRI) penyapu ranjau, KRI Pulau Rusa-7256, untuk menemukan bangkai pesawat NOMAD 833 yang jatuh di perairan Ujung Karang, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam Minggu (30/12).
“Untuk sementara, kami mengunakan kapal penyapu rajau KRI Pulau Rusa yang bisa mendeteksi logam untuk mencari bangkai pesawat Nomad,” kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AL, Laksamana Pertama Iskandar Sitompul menjawab ANTARA di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, pesawat Nomad yang dipiloti Letnan Satu Eri Sambudi lepas landas dari Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Sabang sekitar pukul 11.10 WIB menuju Medan (Sumatera Utara) untuk melakukan patroli maritim rutin.
Namun setelah 15 menit berada di udara, pilot mengabarkan kepada petugas menara Lanudal Sabang bahwa pesawat akan kembali ke Sabang karena salah satu mesin pesawat mati dan cuaca buruk.
Dalam perjalanan kembali ke Sabang, tambah Iskandar, 200 meter dari bibir pantai Sabang, pesawat terpaksa mendarat darurat di atas air (beaching). Karena benturan yangsangat keras, maka empat orang dari tujuh awak pesawat terlempar ke luar.
“Dari empat orang yang ditemukan tersebut, dua selamat dan dua lainnya meninggal dunia. Sedangkan tiga awak lainnya masih hilang,” ujarnya.
Dua orang yang ditemukan meninggal dunia adalah Serma Yudi Sumbakwan dan PNS Trianda, sedangkan dua orang yang selamat adalah Serka Slamet Agustono dan KLK Agus Riyadi.
“Seluruhnya akan dievakuasi ke Medan,” katanya. Sementara itu, tiga orang yang masih hilang adalah Komandan Lanudal Sabang, Mayor Laut Suwito, kapten pilot Lettu Eri Sambudi dan ko-pilot Letda Aris Pitoyo.
“Selain tiga jenazah tersebut, bangkai pesawat juga masih belum ditemukan. Makanya, kita kerahkanKRI penyapu ranjau,” ujar Iskandar. Untuk mencari korban hilang dan bangkai, ia menambahkan,pesawat TNI AL mengerahkan tiga KRI yakni KRI Teluk Celukan Bawang-532, KRI Sugalu 857 dan KRI Pulau Rusa dengan fokus pencarian di lokasi jatuhnya pesawat yakni sebelah timur Pulau We, Sabang hinggaradius lima kilometer.
“SAR akan dilakukan selama satu pekan dengan bantuan TIM SAR dari Gugus Tempur Laut Wilayah Barat (Guspurlabar) TNI AL, Polri dan masyarakat setempat,” katanya. Iskandar menekankan, pesawat NOMAD 833 dalam kondisi laik terbang dan masih memiliki 58 jam terbang. ( ant )




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.