Tiga Insentif Fiskal Untuk Kejar Target Produksi Minyak 2008
31 Desember 2007 | 11:18 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pemerintah (cq Menteri Keuangan) menerbitkan tiga peraturan menteri keuangan (PMK) untuk mengejar target lifting/produksi minyak dalam negeri pada tahun 2008 sebesar 1,034 juta barel per hari.
Tiga PMK itu masing-masing adalah PMK Nomor 177/PMK.011/2007 tentang Pembebasan Bea Masuk (BM) atas Impor Barang Untuk Kegiatan Usaha Hulu Migas serta Panas Bumi, PMK Nomor 178/PMK.011/2007 tentang PPN Ditanggung Pemerintah atas Impor Barang untuk Kegiatan Usaha Eksplorasi Hulu Migas dan Panas Bumi.
Satu PMK lagi bernomor 179/PMK.011/2007 tentang Penetapan Tarif BM atas Impor Platform Pengeboran atau Produksi Terapung atau di bawah Air.
Salinan tiga PMK yang diperoleh di Jakarta, Senin [31/12] , menyebutkan PMK 177 ditetapkan pada 28 Desember 2007 dan berlaku surut sejak 16 Juli 2007.
PMK 178 ditetapkan pada 28 Desember 2007 dan berlaku selama satu tahun sejak 1 Januari 2008 hingga 31 Desember 2008. Sementara PMK 179 ditetapkan 28 Desember 2007 dan mulai berlaku sejak 1 Januari 2008.
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers akhir tahun 2007 di Jakarta akhir pekan lalu mengatakan lifting minyak dalam negeri selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan turun.
Pada tahun 2005, lifting minyak dalam APBN ditargetkan mencapai 1,075 juta barel per hari namun realisasinya hanya 0,999 juta barel per hari. “Pada tahun 2006 target lifting minyak diturunkan menjadi 1,0 juta barel per hari dan realisasinya di bawah tahun 2005,” kata Menkeu.
Kondisi lebih menkhawatirkan terjadi pada 2007 di mana APBNP mentargetkan sebesar 0,950 juta barel per hari namun realisasinya kemungkinan hanya 0,899 juta barel per hari. “Jadi ini memang agak mengkhawatirkan dari sisi realisasi lifting minyak yang makin rendah,” tegasnya.
Pemberlakuan insentif fiskal untuk eksplorasi migas dan panas bumi diharapkan dapat menaikkan realisasi lifting minyak pada 2008. “Target lifting minyak pada 2008 sebesar 1,034 juta barel per hari. Kalau sekarang kita memulainya dengan realisasi sebesar 0,899 juta barel per hari, berarti cukup banyak yang harus dikejar pada 2008,” kata Sri Mulyani. ( ant )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.