Pilkadasu Jangan Sampai Ajang Perpecahan Masyarakat Sumut
31 Desember 2007 | 11:25 WIB
Jakarta ( Berita ) : Anggota MPR/DPR- RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) dari daerah pemilihan Sumut H Irmadi Lubis mengingatkan adanya perkembangan yang membahayakan keunggulan masyarakat Sumut menjelang Pilkadasu 2008.
Adanya perkembangan yang membahayakan keunggulan rasa toleransi beragama dan etnis sudah terlihat dengan adanya gerakan-gerakan konsolidasi ,ujar Irmadi kepada pers, minggu (30/12) mengutarakan kecemasannya di Sumut menjelang Pilkadasu.
Untuk itu Irmadi sangat mengharapkan peranan tokoh agama dan tokoh masyarakat sedini mungkin melakukan antisipasi dengan memperbanyak pertemuan -pertemuan dengan masyarakat, sehingga bibit yang membahayakan kerukunan ummat beragama, etnis dan ras tidak berkembang.
Jika indikasi yang membahayakan ini terus dibiarkan berkembang hingga membuat perpecahan maka akan sulit untuk mengembalikan keadaan,tandasnya.
Politisi kelahiran Pematang Siantar ini juga mengakui bahwa untuk meredam bahaya itu peranan partai politik tidak bisa diharapkan, sebab partai politik mempunyai kepentingan. Saya pikir kita tidak bisa berharap kepada partai politik selain peranan tokoh lintas agama dan tokoh lintas masyarakat yang jelas tidak mempunyai kepentingan apapun, tandasnya.
Berakhirnya penjaringan dan penyaringan Cagubsu/ cawagubsu oleh partai politik adalah momen bagi forum lintas agama untuk melakukan langkah penyejukan dan mengkampanyekan bahwa Pilkadasu bukan pertarungan antara agama, etnis maupun ras.
Masyarakat Sumut , khususnya di garis akar rumput harus disadarkan dengan kotbah-kotbah bahwa Pilkadasu hanya memilih seorang pemimpin dan tidak ada kaitannya dengan agama atau pun etnis." Jadi para cagubsu/cawagubsu bukan dipilih berdasarkan agama atau etnis, tetapi rakyat harus memilih pemimpin yang benar-bernar mampu membangun Sumut dan menjaga kerukunan umat beragama, etnis dan ras sebagaimana selama ini terbangun di masyarakat Sumut yang hetrogen.
Sekali lagi sangat kita harapkan jangan sampai Pilkadasu memicu terjadi perpecahan dan untuk itu peranan pemuka agama harus lebih agersip dan proaktif.
Harus segera ada langkah preventif sedini mungkin dari tokoh-tokoh agama seperti Muhamadiyah, NU, PGI, HKBP dan tokoh agama lainnya yang dibantu tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai etnis, harap Irmadi Lubis.(aya)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.