Bin Laden :AS Berusaha Eksploitasi Minyak Irak
31 Desember 2007 | 11:19 WIB
Dubai ( Berita ) :Pemimpin al Qaida Osama bin Laden menuduh Washington merencanakan untuk menguasai minyak Irak dan minta rakyat Irak menolak upaya untuk membangun kembali pemerintah persatuan nasional yang didukung-AS.
Pemimpin gerilyawan itu juga berjanji dalam satu rekaman audio yang disiarkan di Intenet Sabtu untuk memperluas jihad guna membebaskan semua tanah Palestina dan mengatakan kelompoknya tidak akan pernah mengakui Israel.
“Amerika berusaha, bersama agen-agennya di kawasan itu, untuk membentuk pemerintah sekutu…yang akan menerima dulu kehadiran pangkalan besar AS di Irak dan memberi Amerika semua yang mereka inginkan akan minyak Irak,” katanya.
Militan kelahiran-Arab Saudi itu mengatakan pemerintah Irak yang dibayangkan itu juga ditujukan untuk membantu Washington “mendominasi sepenuhnya” kawasan tersebut dengan bantuan sekutunya seperti Arab Saudi.
“Pemerintah Riyadh masih memainkan peran hebatnya,” katanya, melukiskan Raja Arab Saudi Abdullah sebagai “pemimpin agen” AS.
Merujuk pada dorongan Saudi Februari untuk membantu kelompok Palestina yang bersaing menyetujui pemerintah persatuan yang runtuh Juni, ia mengatakan Riyadh merupakan bagian dari skema untuk membujuk kelompok Islam garis keras Palestina Hamas menjauhi akar jihadisnya.
“Saya menjamin keluarga kami di Palesina khususnya bahwa kami akan memperluas jihad kami…Kami tidak akan mengakui negara untuk orang Yahudi di bahkan satu inchi pun tanah Palestina,” katanya.
Bin Laden tidak menyebut tuduhan al Qaida di balik pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto Kamis. Seorang pemimpin gerilyawan yang bersekutu dengan al Qaida di Pakistan telah membantah keterlibatan kelompok itu.
Namun bin Laden mengecam Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin gerilyawan Hizbullah Libanon yang didukung-Iran, karena menerima ekspansi pasukan PBB di Libanon setelah perang kelompok Syiah itu dengan negara Yahudi 2006.
Penjaga perdamaian di Libanon
Pasukan penjaga perdamaian yang dikirim ke Libanon setelah perang itu adalah untuk “melindungi orang Yahudi”, kata bin Laden, yang kelompoknya memiliki sebuah sekolah Islam yang menganggap Muslim Syiah sebagai orang bid’ah.
Bin Laden mengatakan Washington merencanakan untuk membentuk pemerintah persatuan nasional baru Irak dan memperingatkan bahwa mereka yang mengambil bagian akan membalikkan dukungan mereka pada Islam.
Arab Sunni telah mundur dari pemerintah pimpinan-Syiah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nuri al-Maliki tahun ini, menuduh mereka sangat sektarian.
Ia juga mendesak rakyat Irak untuk bergabung dengan patroli anti-gerilyawan — yang didominasi polisi suku Arab Sunni yang dibiayai oleh militer AS untuk memerangi al Qaida dan mengurangi kekerasan –serta mengecam pemerintah Saudi karena kebijakan pro-AS-nya di Irak.
Jurubicara Gedung Putih Tony Fratto mengatakan dalam satu pernyataan, rekaman itu merupakan peringatan mengenai aktivitas al Qaida yang berlanjut di Irak.
“Ini peringatan bahwa tujuan al Qaida di Irak adalah untuk merintangi demokrasi dan kebebasan bagi semua rakyat Irak,” kata Fratto.
Seorang pejabat anti-terorsime AS mengatakan Washington menyadari rekaman itu dan telah mencarinya. “Telah pernah ada pemalsuan rekaman bin Laden, jadi benar-benar tidak akan ada alasanuntuk meyakini rekaman itu akan menjadi sesuatu yang lain kecuali otentik.”
Sebelumnya Sabtu, kementerian dalam negeri Irak mengatakan pengaruh al Qaida Arab Sunni di Irak secara dramatis telah runtuh, dengan 75 persen dari jaringannya dan 70 persen dari kegiatannya telah dihancurkan.
Bin Laden juga mengatakan umat Islam telah kehilangan uang karena kebijakan “tidak adil” oleh negara yang menghubungkan mata uang mereka dengan dolar AS yang lemah, tampaknya merujuk pada Arab Saudi dan rekan produsen minyak Arab Teluk lainnya.
Ia minta dukungan pada gerilyawan supaya mereka dapat “melindungi minyak dan kekayaan anda serta melindungi uang anda yang terselip antara jari-jari anda karena ketidakadilan dan berubah-ubahnya tingkat dolar”.
Arab Saudi dan empat tetangga Teluknya telah setuju pada pertemuan puncak bulan ini untuk mempertahankan mata uang merekadikaitkan dengan dolar setelah rekan Teluk mereka Kuwait memecah barisan dan mulai menjejaki sekeranjang mata uang. ( ant/rtr )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.