Pemimpin Dunia: Pembunuhan Benazir, Serangan Terhadap Demokrasi Di Pakistan
28 Desember 2007 | 17:40 WIB
Paris ( Berita ) : Pemimpin dunia menyampaikan kemarahan atas pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto, Kamis, dan mengutuknya sebagai serangan terbuka terhadap demokrasi di Republik Islam itu.
Presiden AS George W. Bush, yang pemerintahnya memiliki hubungan dengan Pakistan dalam “perang melawan teror”, menyebut pembunuhan tersebut “aksi pengecut” dan menelefon Presiden Pakistan Pervez Musharraf untuk menyampaikan dukungan. “AS dengan keras mengecam aksi pengecut ini oleh kaum ekstrem pembunuh yang berusaha merusak demokrasi di Pakistan,” kata Bush. “Kami bersama rakyat Pakistan dalam perjuangan melawan kekuatan teror dan ekstrem,” katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menggambarkannya sebagai “kejahatan keji” yang “merupakan serangan terhadap kestabilan di Pakistan dan proses demokrasinya” menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan 8 Januari.
Dewan Keamanan PBB keluar dari sidang darurat mengenai pembunuhan tersebut dengan pernyataan yang mengutuk “aksi teror keji ini”. Gelombang rasa terkejut akibat pembunuhan itu menyentak harga minyak melampaui 97 dolar AS per barel dan menggetarkan pasar bursa AS, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 1,41 persen.
Sedikinya 10 orang tewas dalam kerusuhan yang meletus di beberapa kota besar Pakistan sebagai reaksi atas pembunuhan itu, dan pemerintah di seluruh dunia mendesak Islamabad agar menjamin kestabilan sebelum pemilihan anggota parlemen.
Benazir, yang dua kali menjadi perdana menteri dan pemimpin partai politik paling tangguh di Pakistan, ditembak di tengkuk dan dada oleh seorang penyerang sebelum pelaku serangan meledakkan dirinya pada pertemuan terbuka politik di Rawalpindi, sehingga menewaskan tak kurang dari 20 orang.
Itu adalah serangan bunuh diri kedua yang ditujukan kepada Benazir (54), sejak ia kembali dari delapan tahun hidup di pengasingan yang diputuskannya sendiri pada Oktober. Serangan pertama menewaskan 139 orang, tapi Benazir selamat.
Tetangga Pakistan, yang khawatir kerusuhan merembes kalau kondisi Pakistan yang memiliki senjata nuklir tak terkendali, bereaksi cepat.
Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan pembunuhan Benazir menjadi pengingat mengenai “bahaya bersama” yang dihadapi oleh India dan Pakistan. “Nyonya Bhutto bukan pemimpin politik biasa tapi orang yang meninggalkan jejak mendalam pada masa dan jamannya,” katanya.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang bertemu dengan Benazir hanya beberapa jam sebelum kematiannya, menyebut pembunuhan itu sebagai aksi “yang sangat brutal” terhadap salah seorang perempuan terkemuka di dunia Islam.
“Saya sangat berduka, sangat sedih bahwa saudari kita yang berani ini, putri besar dunia Muslim ini tak lagi bersama kita,” katanya. Di Eropa, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan Benazir “dibunuh oleh para pengecut yang takut pada demokrasi”, sementara Kanselir Jerman Angela Merkel mencapnya sebagai “aksi teroris pengecut” yang dirancang untuk merusak kestabilan Pakistan.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyebut pembunuhan tersebut sebagai “aksi menjijikkan”, dan Perdana Menteri Italian Romano Prodi mengutuk “fanatisme” yang mengakibatkannya dan Spanyol berbicara mengenai “serangan terbuka terhadap demokrasi Pakistan”.
Komisi Eropa menyatakan pembunuhan itu adalah “serangan terhadap demokrasi dan terhadap Pakistan”, sementara Slovenia yang memangku jabatan bergilir Uni Eropa pekan depan, menyatakan peristiwa tersebut dapat membahayakan pemilihan umum.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia berharap “pelaku kejahatan akan ditemukan dan mereka diganjar hukuman yang layak”.
Menteri Luar Negeri Kanada Maxime Bernier berkata, “Keinginan anti-demokrasi para pelakunya sangat jelas.”
Pembunuh Bhutto Jahat Dan Pengecut
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd Jum’at mengutuk pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan Benazir Bhutto sebagai tindakan ‘pengecut’ dan ‘penjahat.’
Mantan perdana menteri Bhutto, 54 tahun, Kamis malam ditembak oleh seorang pembunuh yang kemudian meledakkan dirinya, pada saat dia menyeret angkatan bersenjata berkemampuan nuklir Pakistan ke dalam salah satu krisis terburuk dalam sejarah.
“Aksi pembunuhan ini adalah tindakan jahat, itu tindakan seorang pengecut, itu merupakan tindakan yang mengundang kutukan secara universal dari seluruh dunia,” kata Rudd kepada para wartawan di Melbourne.
Dalam pernyataan sebelumnya, pemimpin Australia memuji keberanian Bhutto dalam memerangi kelompok ekstrim keagamaan.
“Benazir Bhutto adalah tokoh besar sejarah yang berpengaruh di dalam Pakistan modern. Dia telah memperjuangkan dengan tegas bagi tegaknya demokrasi di negaranya,” kata Rudd. “Seluruh hidupnya, Benazir Bhutto menunjukkan keberanian yang besar dalam menentang terorisme.”
Rudd ikut bergabung dengan para pemimpin dunia yang mengutuk pembunuhan Benazir dan mengkhawatirkan stabilitas Pakistan semakin rapuh, di mana pemilihan umum akan diadakan 8 Januari mendatang.
Aksi kekerasan meletus menyusul pembunuhan, dan perdana menteri Australia menyerukan semua pihak di Pakistan mengendalikan diri dan dengan damai kembali ke rel demokrasi dalam rangka mengalahkan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kaum militan. “Kaum ekstrimis berada di balik serangan ini tak boleh dibiarkan menang,” kata Rudd. “Saya imbau semua pihak di Pakistan untuk bertindak dengan mengendalikan diri, dan bekerja untuk mengembalikan proses demokrasi yang damai. “Harapan saya adalah bahwa kehidupan demokrasi di Pakistan akan mewarisi semangat Benazir Bhutto,” katanya.
Rudd mengatakan kepada para wartawan bahwa dia prihatin bukan hanya pada stabilitas politik Pakistan, tapi juga di kawasan tersebut secara luas.
“Australia seperti negara-negara demokrasi lainnya prihatin, dan mengharapkan proses demokrasi cepat kembali normal di Pakistan, dan memulihkan penegakan hukum di Pakistan,” ujarnya.
“Lebih dari itu, kami juga memprihatinkan stabilitas politik Pakistan dan kami juga memprihatinkan stabilitas politik di kawasan itu secara luas,” ujarnya.
China Kutuk
Pemerintah China menyatakan mengutuk dan terkejut atas pembunuhan pemimpin oposisi dan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhtto akibat serangan bom teroris hari Kamis(27/12) .
“Kami juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Bhutto dan para korban lainnya,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri China Qin Gang, dalam pernyataannya, di Beijing, Jumat.
MenurutQin Gang , China menyampaikan rasa terkejutnya atas pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan itu dan secara tegas sangat mengutuk serangan teroris tersebut. Benazir Bhutto yang dua kali menjabat perdana menteri Pakistan itu tewas ditembak oleh seorang pelaku bom bunuh diri sesaat sebelum meledakkan dirinya ketika Bhutto menghadiri kampanye di kota Rawalpindi hari Kamis (27/12).
Aksi pembunuhan itu juga dilaporkan menewaskan 16 orang lainnya.
Berita terbunuhnya Benazir Bhutto dengan cepat mendapat pemberitaan secara meluas di sejumlah media massa di China, dan bahkan Xinhua secara lengkap menyiarkan berita kematian itu yang diikuti dengan penulisan profilnya mulai 1953 hingga 2007.
Puji Keberanian Benazir Bhutto
Benazir Bhutto menunjukkan keberanian yang besar saat dia kembali ke Pakistan untuk turut ambil bagian dalam pemilihan umum yang dijadwalkan 8 Januari mendatang, dan kematiannya merupakan kehilangan besar bagi negara dan kawasannya, kata Perdana Menteri Selandia Baru, Helen Clark, Jum’at.
“Dia berusaha bangkit kembali dalam kehidupannya dan dia sadar menghadapi bahaya-bahaya saat kembali ke negaranya untuk mengikuti kampanye pemilihan umum,” kata Clark.
Menyatakan sangat terkejut dan sangat sedih mendengar berita-berita ‘pembunuhan yang kejam’ itu, Clark menyampaikan simpati kepada keluarga almarhumah, rekan-rekan politiknya, serta rakyat Pakistan atas kehilangan yang mengejutkan mereka itu.
“Saya juga bergabung dengan para pemimpin dunia untuk menyerukan rakyat Pakistan tetap tenang dan bersatu dalam menghadapi kejahatan yang keji ini,” kata Clark. “Kini adalah saat-saat gawat karena kematian Benazir Bhutto tidak akan dijadikan sebagai alasan bagi Pakistan untuk tidak kembali ke rel demokrasi. “Penghormatan terbesar hendaknya diberikan kepada Benazir Bhutto dengan menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan jujur di Pakistan,” kata Clark. ( ant/afp/dpa )



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.