Dibutuh Rp 3,5 Triliun Untuk Entaskan Kemiskinan Daerah Tertinggal : Harian Berita Sore

Dibutuh Rp 3,5 Triliun Untuk Entaskan Kemiskinan Daerah Tertinggal

27 Desember 2007 | 11:28 WIB

Banda Aceh ( Berita ) :  Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), Lukman Edy menyatakan dibutuhkan dana Rp3,5 triliun untuk mengentaskan sekitar 10 juta penduduk miskin di daerah-daerah tertinggal di tanah air melalui kegiatan penanaman pohon produktif.

“Saya sudah hitung untuk mengentas kemiskinan di daerah tertinggal, cukup dengan dana Rp3,5 triliun dan setelah tiga tahun kemudian pendapatan per kapita mereka akan naik,” katanya pada acara dialog memperingati tiga tahun tsunami di gedung Pusat Pemuda di Banda Aceh, Rabu [26/12].

Jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 35 juta jiwa dan 43 persen diantaranya atau sekitar 10 juta jiwa berada di daerah tertinggal. Mereka perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah daerah tertinggal.

Dengan program menanam pohon produktif, maka tiga tahun ke depan pendapatan per kapita penduduk miskin di daerah tertinggal akan meningkat dari 1 dollar Amerika Serikat (menurut perhitungan Badan Pusat Statistik) menjadi 5 dollar AS, katanya.

Menteri Lukman menyatakan, dengan bantuan dana Rp3,5 triliun itu akan diberikan kepada masyarakat miskin dalam bentuk tanaman produktif sesuai dengan keunggulan daerah masing-masing, yang terbukti sampai dua generasi masih bisa menghasilkan.

Ia menyatakan, berdasarkan pengalaman bahwa orang-orang tua dahulu membesarkan dan menghidupkan keluarganya dari hasil bumi, seperti cengkeh dan kelapa. Kebiasaan itu kini hilang dan diubah dengan komoditi lain yang tidak cocok dengan daerah setempat.

Ia mencontohkan Provinsi Sulawesi Utara yang sejak zaman Belanda terkenal dengan cengkeh dan kelapa dalam, bahkan penjajah pada waktu itu menyuruh penduduk setempat menanam dua komoditi tersebut, karena daerahnya sangat cocok.

Tapi, pada saat Pemerintah orde baru, dua komoditi itu hilang dan diganti dengan tanaman jati emas, dan ternyata hasilnya tidak memuaskan.

Oleh karena itu, Kementerian PDT mulai sekarang akan mengembalikan tradisi yang pernah dikembangkan oleh orang-orang tua dulu, yakni menanam pohon produktif yang sesuai di daerahnya masing-masing, katanya.

“Kalau kita fokus seperti itu, maka tiga tahun ke depan jumlah masyarakat miskin khususnya di daerah tertinggal akan menurun,” ujarnya. Manfaat lain, dengan menanam pohon akan membantu isu-isu lingkungan hidup, yaitu mengurangi dampak pemanasan global, kata Menteri Lukman Edy. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.