Aceh Dan Nias Beri Pelajaran Dunia
27 Desember 2007 | 11:27 WIB
Banda Aceh ( Berita ) : Bencana gempa dan tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara, 26 Desember 2004, telah memberi pelajaran penting bagi dunia.
“Gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan Nias telah membuka mata dunia dan memberikan pelajaran penting tidak saja bagi Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia,” kata Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Kuntor Mangkusubroto, di Calang, Rabu [26/12] .
Hal itu disampaikan pada acara peringatan tiga tahun pasca tsunami yang dipusatkan di Calang, Ibukota Kabupaten Aceh Jaya, sekitar 160 kilometer barat Kota Banda Aceh.
Pelajaran yang bisa dipetik pascaperistiwa gempa dan tsunami itu antara lain adalah pentingnya kebersamaan semua pihak dalam memberikan respon atas bencana, jelasnya.
Kemudian dukungan dan determinasi masyarakat Aceh dan Nias, komitmen pemerintah, peraturan serta regulasi yang mendukung dan keberanian untuk mengambil inisiatif. “Semua itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi daerah lain di Indonesia dan juga bagi dunia internasional tentang bagaimana menghadapi sebuah bencana sebesar yang terjadi di Aceh dan Nias tiga tahun yang lalu,” tambah Kuntoro.
Hampir tiga tahun memegang amanah selaku Kepal BRR NAD-Nias, ia menyatakan telah bertemu dengan berbagai kepala negara, kepala pemerintahan serta pejabat dari berbagai Negara dan lembaga internasional. “Mereka semuanya memberikan apresiasi atas determinasi masyarakat Aceh dan Nias dalam menghadapi situasi pasca bencana Tsunami. Karenanya, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Aceh dan Nias atas dukungan selama ini,” ujarnya.
Selain itu, dukungan masyarakat telah menjadikan upaya rekonstruksi di Aceh dan Nias jauh lebih baik dibandingkan di Negara lain yang juga mengalami bencana yang sama Sri Lanka. “Bahkan jika dibandingkan dengan upaya rekonstruksi pascabencana seperti di Bam (Iran), Gujarat (India), Honduras dan Turki, maka progres di Aceh jauh lebih cepat,” kata dia.
Kendati demikian, Kuntoro menyatakan paling penting saat ini adalah bagaimana semua pihak di Aceh dan Nias dapat bersama-sama menatap kedepan dengan lebih baik. “Kita memperingati tsunami bersama-sama tapi kita tidak perlu seterusnya bersedih, karena saya yakin masa depan Aceh dan Nias kedepan akan jauh lebih baik,” jelasnya. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.