Presiden Dukung Pertamina Jadi Zona Bebas Korupsi
Jakarta ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dukungannya terhadap tekad Pertamina yang ingin menjadikan perusahaan nasional itu sebagai kawasan atau zona bebas korupsi.
“Saya mendukung tekad Pertamina untuk menjadikan perusahaannya sebagai zona bebas korupsi. Wujudkan itu,” kata Presiden ketika memberikan sambutan pada Peringatan 50 tahun Pertamina yang bertema “Dedikasi Bagimu Negeri” di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Selasa [18/12] malam.
Presiden meminta agar Pertamina benar-benar meninggalkan praktek bisnis yang menyimpang dan tidak sesuai aturan. Meskipun rezeki yang diperoleh halal, kata Presiden, tetapi jangan sampai menghalalkan segala cara. Presiden juga berpesan agar Pertamina terus melanjutkan proses transformasi dalam rangka mewujudkan tekad menjadi perusahaan minyak nasional berkelas dunia.
Selain itu, Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono serta Wapres dan Ibu Mufidah Kalla juga meminta agar Pertamina meninggalkan paradigma dan mentalitas lama yang kerap mengandalkan pemerintah.
“Lanjutkan pula pengembangan teknologi serta jalin kerja sama yang baik dengan semua pihak terutama di dalam negeri. Boleh bekerja sama dengan pihak luar negeri asal membawa keuntungan nyata bagi negara dan Pertamina,” kata Presiden.
Secara khusus, Presiden Yudhoyono mendukung tekad Pertamina menjadi perusahaan minyak nasional berkelas dunia. “Saya dukung cita-cita besar itu, wujudkan tekad itu,” katanya.
Presiden berharap, Pertamina melakukan refleksi dan evaluasi dengan cara membandingkan kinerjanya dengan perusahaan sejenis di negara lain untuk mengukur sejauh mana posisi Pertamina, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan minyak negara lain.
Sementara itu, Dirut Pertamina Ari Sumarno mengharapkan Pertamina menjadi perusahaan yang mandiri, kompetitif, dikelola profesional dan menjalankan tangung jawab sosial dengan sebaiknya. Ari menambahkan, Pertamina terus melakukan pembenahan program besar-besaran yang disebut transformasi, yang dilakukan secara sistematis dan bertahap untuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional berkelas dunia.
Dalam kesempatan itu, Pertamina juga meluncurkan buku berjudul “Mutasi DNA Power House” yang merekam perjalanan Pertamina selama 50 tahun, kondisi saat ini dan rencana ke depan, yang ditulis oleh Dr Rhenald Kasali. Buku itu berisi proses transformasi Pertamina sebagai salah satu lokomotif ekonomi bangsa guna menjadi sebuah perusahaan berkelas dunia.
Peringatan HUT ke-50 Pertamina yang berlangsung di bawah tenda besar yang megah tersebut, menampilkan pula pagelaran musik berjudul “Harmoni Musik Indonesia” yang berisi sajian lagu-lagu daerah, serta lagu-lagu kontemporer yang dibawakan sejumlah penyanyi ternama.
Sejumlah artis yang ikut berpartisipasi adalah Ruth Sahanaya, Tompi, Ira Swara, Grup Band Radja, Joy Tobing, Jikustik, serta sejumlah musisi lainnya.
Bertindak selaku pembawa acara adalah artis Ferdy Hassan dan Maudi
Koesnaedi. Vocal Group Pertamina dalam kesempatan itu juga sempat membawakan lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berjudul “Rinduku Padamu”. ( ant )