Rudd: Tentara Australia Akan Tinggalkan Irak Pertengahan 2008 : Harian Berita Sore

Rudd: Tentara Australia Akan Tinggalkan Irak Pertengahan 2008

30 Nopember 2007 | 15:21 WIB

Sydney ( Berita ) :  Perdana menteri terpilih Australia Kevin Rudd Jumat mengatakan bahwa 550 tentara tempur Australia di Irak akan ditarik pertengahan tahun depan. Rudd terpilih dalam kemenangan dengan suara amat besar dalam pemilihan Sabtu yang menjatuhkan perdana menteri konservatif kawakan John Howard, seorang pendukung setia “perang atas teror” pimpinan-AS dan teman Presiden AS George W. Bush.

Mantan diplomat Rudd telah berjanji untuk menarik kelompok tempur itu dari Irak jika terpilih, tapi mengatakan ia akan meninggalkan sejumlah tentara Australia, termasuk mereka yang memberikan keamanan di kedutaan besar Australia di Baghdad. “Pasukan tempur di Irak, akan kami pulangkan pada sekitar pertengahan tahun depan,” kata Rudd pada sebuah stasiun radio Melbourne. “Kami belum memulai pembicaraan kami dengan AS mengenai hal itu. “Kami akan mengadakan pertemuan dengan duta besar AS daripada terlalu lama untuk mengadakan proses yang pantas untuk membicarakan hal tersebut.”

Australia memiliki sekitar 1.500 tentara yang terlibat dalam sejumlah operasi di Irak, meskipun kebanyakan berada di luar negara itu. Hanya ke 550 tentara tempur yang dikerahkan di bagian selatan negara yang dicabik-perang itu, yang akan menjadi sasaran rencana penarikan Rudd.

Irak merupakan titik penting dari perbedaan antara Partai Buruh kiri-tengah pimpinan Rudd dan koalisi konservatif pimpinan Howard dalam pemilihan, tapi dalam pidato kemenangannya Rudd bergerak untuk menenangkan kekhawatiran AS mengenai pernarikan tentara tersebut, dengan melukiskan AS sebagai sekutu besar.

Dubes AS Robert McCallum telah mengatakan Washington akan bekerja dengan pemimpin baru Australia itu mengenai rencana untuk menarik pasukan tempur dari Irak. “Itu situasi di mana Australia akan memutuskan bagaimana akan mereposisi pasukan dan bagaimana akan mengerahkan sumbernya dalam cara yang baru dan berbeda, dan kami menanti-nanti untuk bekerja dengan Tuan Rudd dalam mencapai hal itu,” kata McCallum awal pekan ini. “Akan ada tentara Australia yang tinggal di Irak sebagai pasukan keamanan yang berhubungan dengan kedutaan besar Australia di Baghdad, ada pasukan angkatan laut dan pasukan udara yang jauh dari pantai yang berkaitan dengan masalah keamanan.”

Howard merupakan mitra besar terakhir Bush dalam “koalisi penurut” yang pernah mencakup mantan perdana menteri Tony Blair dari Inggris, Jose Maria Aznar dari Spanyol, Silvio Berlusconi dari Italia dan bekas presiden Polandia Aleksander Kwasniewski. Pengganti Blair, Gordon Brown, telah mengumumkan bahwa jumlah tentara Inggris di Irak akan dikurangi dengan lebih dari separuh awal tahun depan.( ant/afp )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.