Polisi Kejar 12 Tentara Pengkhianat Yang Ingin Menggulingkan Arroyo
30 Nopember 2007 | 15:13 WIB
Manila ( Berita ) : Kepolisian Filipina sedang mengejar sedikitnya 12 tentara pengkhianat yang melarikan diri setelah berusaha menggulingkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo yang mendorong pemerintah memberlakukan jam malam Kamis malam, kata para pejabat di sini Jum’at [30/11] .
“Tujuan jam malam telah dilakukan, yakni melarang gerakan-gerakan pengacau, dan mencegah mereka berkegiatan di malam hari,” katanya. Puno mengakui bahwa 33 tentara pemberontak telah diidentifikasi. Mereka menguasai Hotel Peninsula di distrik keuangan Manila, Kota Makati, Kamis, dan hanya tinggal 21 orang pada saat aksi mereka berakhir selama tujuh jam.
“Menurut dokumen-dokumen yang disita dari para pengacau itu, ada empat regu berbeda yang bergerak dis ekitar hotel,” katanya. “Setidaknya 12 orang masih hilang dan mereka sedang dikejar,” tambahnya.
Puno mengatakan, tentara-tentara yang hilang itu termasuk Kapten Angkatan Darat Nicanor Faeldon dan dua orang pembantu keamanan Senator Antonio Trillanes.
Trillanes sendiri ditahan setelah makar tersebut bersama dengan Jenderal angkatan darat Danilo Lim, mantan wakil presiden Teofisto Guingona dan seorang uskup Katolik.
Faeldon dan Tillanes keduanya menghadapi pengadilan karena memimpin pemberontakan yang gagal terhadap Arroyo pada 2003, sedangkan Lim juga dihadapkan pada pengadilan untuk tuduhan terlibat dalam kudeta yang gagal sebelum dilakukan pada tahun 2006.
Para tentara pengkhianat itu kini ditahan, namun para penjaga mereka tidak mencegah mereka keluar dari persidangan Kamis, dan terus kembali ke Hotel Peninsula di Manila. Direktur Jenderal Avelino Razon, Kepala Kepolisian Nasional Filipina mengatakan, beberapa dari tentara pemberontak itu ditahan setelah mereka dikepung pada saat mereka menyamar sebagai penduduk sipil, dan ditemukan dalam persembunyiannya di salah satu kamar hotel.
“Kami juga menemukan beberapa dokumen yang mendukung teori bahwa aksi ini dirancang dengan baik dan bahwa kelompok-kelompok lain akan melanjutkan pelaksanaan rencana-rencana mereka,” katanya.
Puno mengatakan, tentara-tentara pemberontak direncanakan tetap berada di dalam hotel sampai Jum’at, dalam rangka mendorong berbagai kelompok yang berencana melakukan aksi-aksi demontrasi anti pemerintah, untuk mendukung aksi-aksi mereka dan berkumpul di Pensinsula Manila.
“Mereka pikir mereka akan melakukannya semalam karena pemerintah tidak akan menyentuh mereka, karena di sana akan ada banyak penduduk sipil, termasuk media, yang akan merintangi tindakan pemerintah,” katanya.
Para tentara dan para pendukung sipil mereka sepakat untuk meninggalkan hotel dan mereka ditahan. Lebih dari 40 wartawan dan awak media juga ditahan oleh polisi sebagai bagian dari penyelidikan. Tindakan itu memicu kecaman-kecaman oleh kelompok-kelompok kebebasan pers dan organisasi-organisasi pers. ( ant/dpa )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.