NTT Perbanyak Klinik VCT HIV/AIDS : Harian Berita Sore

NTT Perbanyak Klinik VCT HIV/AIDS

30 Nopember 2007 | 15:16 WIB

Kupang ( Berita ) :  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memperbanyak klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dilengkapi alat pendeteksi HIV/AIDS agar dapat mengetahui penyebaran virus berbahaya itu melalui semua rumah sakit dan puskesmas.

“Sudah ada kesesuaian pandangan pihak-pihak terkait untuk memperbanyak klinik VCT agar di kemudian hari semua rumah sakit dan puskesmas dapat melayani pemeriksaan kesehatan terkait HIV/AIDS,” kata Kepala Biro Bina Sosial Setda NTT, Drs Sentianus Medi, M.Si, di Kupang, Jumat [30/11] .  VCT merupakan kegiatan melakukan konseling dan tes HIV secara sukarela atas kemauan pasien sendiri

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) NTT itu mengatakan, sejauh ini NTT baru memiliki klinik VCT di tiga rumah sakit yakni RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang, RSUD Maumere di Kabupaten Sikka Pulau Flores dan Rumah Sakit Tentara (RST) Wirasakti Kupang.

Padahal, penyebaran virus HIV/AIDS berdasarkan data Dinas Kesehatan NTT yang diperoleh KPAP NTT sudah merambah 15 kabupaten/kota di wilayah NTT. Hanya Kabupaten Rote Ndao yang dilaporkan belum tertular virus tersebut.

Sejak tahun 1997 hingga 25 Agustus 2007, penyebaran HIV/AIDS di NTT telah mencapai 258 kasus, dengan rincian HIV sebanyak 130 kasus dan AIDS 128 kasus.  Sebanyak 78 orang penderita sudah meninggal dunia.

“Kalau ada banyak klinik VCT tentu makin banyak orang yang mendatangi klinik itu untuk pemeriksaan kesehatan, terutama kalangan tertentu yang prilaku hidupnya rentan tertular HIV/AIDS, sehingga penanganannya pun akan semakin baik,” ujar Medi.

Ia mengatakan, makin banyak pengunjung klinik VCT maka tingkat kesadaran masyarakat untuk mencegah dan mengobati HIV/AIDS pun semakin baik dan upaya penanggulangannya semakin terarah.

Dinas Kesehatan NTT tengah memperjuangkan tambahan dana APBD untuk penanggulangan HIV/AIDS di wilayah NTT. APBD tahun 2007 untuk penanggulangan HIV/AIDS yang dikelola KPAP NTT mencapai satu miliar rupiah dan sedang diperjuangkan untuk menambah anggarannya pada tahun anggaran 2008.

 

Tingkatkan pelayanan

Direktris RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang, dr Yovita Mitak Porsiana, MPH, mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan terhadap pasien atau pun pengunjung klinik VCT HIV/AIDS.

VCT RSUD Kupang telah dilengkapi klinik pengobatan khusus pasien HIV/AIDS (PST) dan unit pelayanan khusus penanganan dan pencegahan penularan virus HIV/IDS dari ibu hamil kepada bayinya (PMTC).

Manajemen Rumah Sakit Umum Pemerintah Daerah NTT itu juga memperbanyak stok obat anti retroviral guna menghambat perkembangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

“Stok obat harus banyak agar dapat menghambat perkembangan HIV/AIDS yang mengalami peningkatan signifikan di daerah ini. Untuk mencegah epidemi berbagai kalangan dituntut untuk terus melakukan pemantauan karena banyak ODHA ditemukan dalam keadaaan telah mengidap AIDS,” ujarnya.

Ia menambahkan, klinik VCT HIV/AIDS di RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang terbuka untuk semua kalangan dan pelayanan semaksimal mungkin, terutama pemberian obat anti retroviral.  Obat anti retroviral itu cukup mujarab untuk menghambat perkembangan AIDS karena terdiri dari tiga jenis zat yakni Lamivudine, Zodovidine dan Stavodine.  ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.