Menristek Tawarkan Malaysia Pembangunan Listrik Asean
30 Nopember 2007 | 11:04 WIB
Kuala Lumpur ( Berita ) : Menristek Kusmayanto Kadiman menawarkan Malaysia untuk membangun jaringan listrik dari Semenanjung Malaysia ke Sumatera, Jawa, Kalimantan dan East Borneo (Sabah dan Sarawak) dengan memanfaatkan batubara dan energi panas bumi di Indonesia.
“Untuk membangun jaringan listrik dari Semenanjung Malaysia ke Timur Borneo tidak bisa dilakukan karena membelah laut yang dalam, jauh dan lautnya wilayah Indonesia. Kenapa kita sama-sama bangun jaringan listrik dari Semenanjung, Sumatera, Jawa, Sumatera, kemudian ke Kalimantan dan Sabah serta Sarawak,” kata Kusmayanto, di Kuala Lumpur, Kamis [29/11] .
Dalam Industry Dialog yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia di Putra World Trade Center (PWTC), Menristek mengatakan, Indonesia memiliki energi panas bumi yang banyak, dan baru sedikit yang dimanfaatkan. “Indonesia punya potensi panas bumi sama dengan 27.000 megawatt, dan yang baru dieksploitasi 700 mega watt,” katanya.
Sementara Malaysia memiliki ekonomi yang bagus. Uang banyak.
“Malaysia bisa impor gas, minyak bumi dan batubara tapi ketika ingin membuat jaringan listrik yang terintegerasi dengan Sabah dan Sarawak maka timbul masalah karena pembangunan jaringan listrik melalui laut akan lewat laut Indonesia dan lautnya sangat dalam. Kenapa kita tidak kerjasama,” katanya.
Menurut dia, di Kalimantan banyak batubara yang murah.
“Kita bakar batubara ditambah gunakan panas bumi untuk bangun energi listrik kemudian kita bangun jaringan listrik dari Kalimantan ke Jawa, Sumatera kemudian ke Semenanjung Malaysia. Kalo perlu kita bangun jaringan listrik se Asean yang terintegerasi. Kita manfaatkan sumber daya alam bersama demi kemajuan dan kemakmuran bersama. Kenapa tidak,” tantang Kusmayanto.
Tapi ia juga mengungkapkan bahwa sudah ada perundingan antara PT (Persero) PLN dengan Tenaga Nasional Bhd untuk merealisasikan hal itu. Sedangkan membangun energi nuklir bisa menimbulkan biaya politik yang mahal dan juga resikonya juga besar. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.