Maluku Miliki 516 Kasus HIV/AIDS
30 Nopember 2007 | 15:16 WIB
Ambon ( Berita ) : Provinsi Maluku hingga akhir Oktober lalu memiliki 516 kasus HIV/AIDS yang sebagian besar penderitanya berumur 20- 29 tahun, kata Kadis Kesehatan setempat, Ny.Rukiah Marasabessy.
“Dari 516 kasus itu tercatat 315 diantaranya tertular HIV, sedangkan 201 lainnya AIDS dengan penularannya sebagian besar akibat hubungan seks bebas dan narkoba suntik,”kata Rukiah , di Ambon, Jum’at [ 30/11] . Khusus jenis kelamin tercatat 58 persen adalah wanita dan 42 persen pria.
“Jadi tujuh kabupaten dan Kota Ambon yang ada di Maluku saat ini sudah tertular penyakit HIV/AIDS sehingga perlu kerja sama lintas sektoral untuk mencegah penularan lebih melonjak,”ujar Rukiah.
Ia menambahkan, Departemen Kesehatan merujuk RSUD dr.Haulussy dan Rumah Sakit Alfatah Ambon untuk berobat secara gratis. Obat Anti Retro Viral(ARV) tersedia di dua rumah sakit tersebut dan bisa diperoleh penderita secara gratis, dan pengobatannya harus rutin, kendati tidak menyembuhkan penyakit menurunn ya daya kekebalan tubuh,”tandasnya.
AIDS pertama kali ditemukan di Maluku pada salah satu nelayan asal Thailand yang ditangani di Tual, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara tahun 1994 lalu. “Jadi dikhawatirkan adalah berhubungan dengan PSK yang sering berkencan dengan nelayan asing, mengkonsumsi narkoba dengan alat suntik dan seks bebas karena berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS,”kata Rukiah.
1.500 kondom
Sementara itu, Direktur Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat(LPPM), Mercy Barends, secara terpisah, mengatakan untuk memeriahkan Hari AIDS se-dunia, 1 Desember sedikitnya 1.500 kondom akan dibagikan gratis ke Pulau Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah.
“Kami tidak bermaksud melakukan kondomisasi, tetapi program ini diarahkan memberikan pengetahuan bagi masyarakat bagi melaksanakan hubungan seks yang aman,”tambahnya. LPPM dan Kanwil BKKBN Maluku, kata dia, mensosialisasikan bahaya penularan HIV/AIDS melalui ceramah di mesjid dan gereja , memutar film di kawasan Mardika, Urimeseng dan halaman Mesjid Raya Alfatah Ambon.
Selebaran soal bahaya penyakit HIV/AIDS sebanyak 15 ribu lembar juga telah disebarkan ke Pulau Ambon dan Maluku Tengah. Kota Ambon tercatat memiliki kasus HIV/AIDS tertinggi di Maluku yakni 337 kasus, disusul Maluku Tenggara 63 kasus, Kepulauan Aru 53 kasus, Maluku Tengah 31 kasus, Seram Bagian Barat(SBB) 11 kasus, Buru dan Maluku Tenggara Barat(MTB) masing-masing 10 kasus serta Seram Bagian Timur(SBT) satu kasus. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.