Irmadi Sadar Tidak Mampu Penuhi Syarat Jadi Gubsu
30 Nopember 2007 | 11:13 WIB
Jakarta ( Berita ) : Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 1 H Irmadi Lubis yang juga anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (Pansus RUU) Pemilu DPR-RI, secara tegas mengakui ketidakmampuannya untuk memenuhi syarat sebagai Gubernur Sumatra Utara (Gubsu).
” Saya sadar, saya bukan pemimpin yang pas untuk Sumut, dan saya sadar sepenuhnya bahwa saya tidak mampu memenuhi kriteria yang dibutuhkan Sumut,” ujar Irmadi kepada pers di gedung DPR Jakarta menjawab wartawan atas banyaknya dukungan masyarakat kepada dirinya untuk maju sebagai salah seorang Cagubsu pada Pilkadasu 2008.
Dengan segala kerendahan hati dan tanpa ada keinginan mengecewakan masyarakat Sumut, khususnya mereka yang memberikan dukungan,Irmadi menyampaikan permintaanmaaf dan terima kasih atas dukungannya.
Dia mengakui, kemungkinan masyarakat yang mendukungnya selama ini melihat salah satu dari kriteria Cagubsu yang dibutuhkan Sumut melekat pada dirinya, tetapi kriteria lainnya tidak di miliki. ” Jadi kalau sudah tahu kemampuan mengapa saya tidak tahu diri,” katanya.
Irmadi kemudian mengingatkan para Cagubsu yang benar-benar untuk maju Pilkada agar tahu diri seperti apa kriteria pemimpin yang dibutuhkan, apa lagi selama 10 tahun terakhir, Sumut jauh ketinggalan dibanding daerah lainnya.
Ada tiga kriteria yang harus dimiliki calon Gubsu mendatang, kata politisi kelahiran Pematang Siantar ini, pertama harus mengetahui permasalahan yang dan akan dihadapi Sumut, Kedua, memiliki kemampuan lobby kepada pemerintah Pusat, DPR dan DPD untuk menjelaskan kondisi riil dan menyakinkan pembangunan yang dibutuhkan Sumut, ketiga, orang yang dikenal luas oleh masyarakat.
Menurut Irmadi, kemampuan Lobby Gubsu dan Wagubsu harus menjadi kriteria prioritas, sebab kelemahan lobby itulah menjadi salah satu penyebab ketertinggalan pembangunan di Sumut. Jika Pemimpin Sumut rajin mengadakan lobby tentu anggaran ke Sumut, pun akan bertambah.
“Kalau mau jujur, Sumut yang memiliki potensi Sumber Daya Alam tidak pantas mengalami krisis listrik, bahkan sebaliknya akan mampu menjual listrik jika Sigura-gura dibangun. Demikian juga dengan potensi pelabuhan udara sebenarnya tidak ada alasan tidak lebih baik dari pelabuhan udara di
Dilihat dari segi bisnis, volume atau segi lainnya, seharusnya pelabuhan udara di
Secara khusus Irmadi menyoroti krisi listrik, bahkan dia melihat krisis listrik sudah merupakan ancaman maha dahsyat yang mampu melumpuhkan perekonomian dan membuat citra Sumut terperosok.
Pemadaman listrik bukan hanya sangat mengecewakan dan merugikan rakyat, tetapi nasib industri sebagai lahan penampung tenaga kerja makin tidak stabil, katanya.
Untuk masalah ini, Cagubsu harus benar-benar orang yang memiliki kemampuan mengembalikan Sigura-gura untuk kesejahteraan masyarakat. kemampuan seorang cagubsu mengembalikan Sigura-gura, sama artinya memiliki kemampuan mengatasi 60 persen masalah yang ada di Sumut.
” saya yakin jika air terjun Sigura–gura yang mampu menghasilkan listrik cukup besar dibangun, rakyat Sumut tidak bakalan mengalami kegelapan, industri tidak terganggu beroperasi, para investor tidak punya alasan untuk tidak berinvestasi .
Untuk mengembalikan Sigura-gura kepada rakyat sesuai amanat UUD 45 yang menegaskan, bumi, udara dan air merupakan kekayaan alam yang harus dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat, jadi Cagubsu harus menyadari posisinya sebagai wakil pemerintah pusat dan harus berani melakukan gebrakan melakukan lobby menyakinkan pemerintah pusat.(aya)


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.