Bursa Efek Indonesia Resmi Beroperasi : Harian Berita Sore

Bursa Efek Indonesia Resmi Beroperasi

30 Nopember 2007 | 15:11 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabya (BES) hari ini (Jumat  ) resmi bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan operasional BEI akan mulai dilakukan pada Senin 3 Desember 20007.

Dengan efektifnya penggabungan ini maka BEI resmi menjadi nama baru bursa pada tanggal 1 Desember. Tetapi karena besok (hari ini) libur, maka kegiatan operasional BEI baru mulai berjalan tanggal 3 Desember. “kata Direktur Utama BEI Erry Firmansyah di Jakarta, Jumat [30/11].

Erry mengatakan persetujuan perubahan nama BEI sudah didapat dari Depkum HAM sejak 27 November 2007. Menurut Erry. Walaupun sudah resmi menjadi BEI, namun saham-saham yang single listing di BES belum akan dimasukkan ke dalam perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kita masih masih menunggu sampai kondisi normal, hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kinerja indek BEI,? katanya.

Erry mengatakan kondisi ini kemungkinan akan berlangsung maksimal selama 2 tahun. Selama masa transisi tersebut, manajemen akan berkordinasi untuk menyatukan kedua sistem BEJ dan BES. ?Seluruh karyawan juga kita tampung semua. Jumlahnya menjadi sekitar 375 karyawan yang terdiri dari  eks karyawan BEJ dan 75 eks karyawan BES, tambahnya.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap dengan efektifnya BEI akan membawa spirit baru dan integritas baru bagi pasar modal Indonesia . Sehingga prospek ke depan menjadi lebih baik. “Saya berharap dengan nama baru pasar modal di Indonesia akan lebih baik. Nama baru, integritas baru, dan prospek lebih baik,” jelas dia.

Menkeu mengungkapkan penggabungan BEJ dan BES, adalah waktu yang tepat di tengah membaiknya kinerja pasar modal Indonesia . Sehingga, diharapkan reputasinya akan lebih baik. ?Saya  senang sekali, karena management BEJ dan BES telah berlapang dada mau melakukan penggabungan ini,? paparnya.

 

 

Penyatuan Pasar Modal

Rencana integrasi atau penyatuan pasar modal Asean saat ini dalam proses pengkajian, mereka kini sedang mempersiapkan perangkat peraturannya dan sudah melakukan beberapa kali pertemuan untuk membahas rencana tersebut.

“Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan beberapa bursa Asean telah melakukan beberapa kali pertemuan secara intensif, dan terakhir kita baru saja melakukan pertemuan di Bangkok dengan dibantu oleh Asian Development Bank (ADB),”kata Direktur Utama BEJ, Erry Firmansyah di Jakarta, Jumat.

Erry mengatakan dalam beberapa kali pertemuan kita lebih banyak membicarakan bagaimana menyatukan persepsi diantara bursa kawasan tersebut. Terutama yang menyangkut masalah hukum dan peraturan di masing-masing negara Asean.

“Selain itu juga bagaimana menyatukan persepsi mengenai nilai tukar. “Karena masing-masing negara mempunyai mata uang yang berbeda dengan nilai tukar yang berbeda pula,”katanya.

“Kami berharap masalah-masalah itu dapat diselesaikan pada akhir 2008. Tapi nampaknya tidak semudah itu. Kalaupun terlaksana mungkin baru sebatas penyatuan bilateral belum secara unilateral,”tambahnya.

Sementara itu Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, tahapan ataupun berbagai hal tentang “steping stone” (batu loncatan) sudah disepakati.”Ada hal-hal yang kita bangun berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang telah kita tandatangani sebelumnya. Jadi program pemerintah nantinya kita lihat dari kesepakatan di level Asean,”katanya. Menurutnya kalau “Asean Community” ditetapkan pada 2015, maka beberapa program harus dipercepat termasuk program penyatuan pasar modal Asean. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.