Anggaran Penanggulangan Kemiskinan 2008 Rp 32 Triliun : Harian Berita Sore

Anggaran Penanggulangan Kemiskinan 2008 Rp 32 Triliun

30 Nopember 2007 | 11:16 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2008 dibagi ke dalam tiga kluster (kelompok), dengan total alokasi anggaran mencapai Rp32 triliun, kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie, di Jakarta, Kamis [29/11] .

Lebih lanjut Aburizal menjelaskan kluster pertama adalah bantuan dan perlindungan sosial berupa delapan  program di tujuh  instansi pemerintah, yaitu Departemen Sosial (Depsos), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Kesehatan (Depkes), Badan Urusan Logistik (Bulog), Departemen Pekerjaan Umum (PU), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Departemen Pertanian (Deptan).

Sasarannya adalah 3,9 juta rumah tangga sangat miskin di seluruh negeri, dengan dana dari APBN 2008 Rp2 triliun. Di kluster kedua ada Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Mandiri), yang terdiri atas 17 program di 22 kementerian atau lembaga. Target yang dituju adalah 60-70 juta penduduk miskin dengan pendanaan Rp13 triliun yang terbagi menjadi Rp7 triliun untuk program inti dan Rp6 triliun untuk program penguatan.

Sementara di kluster ketiga merupakan penguatan kemandirian masyarakat, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), berupa kredit UMKM yang disalurkan oleh 17 kementerian dan lembaga. Sasaran kluster ini adalah kelompok masyarakat yang layak, yang sudah diberdayakan oleh PNPM - 100.00 poknas - dan hampir miskin (6,9 juta rumah tangga).

Kluster program ini juga mencakup nasabah UMKM yang jumlahnya sekitar 70 juta nasabah, dengan total anggaran di kluster mencapai Rp17 triliun.

Menurut data Menko Kesra, tingkat kemiskinan di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang membaik. Menggunakan ukuran Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2007 kemiskinan di Indonesia mencapai 37,17 juta orang atau setara 16,58 persen populasi.

Angka itu jauh lebih baik daripada kondisi tahun 2006, di mana jumah penduduk miskin 39,30 juta orang atau sekitar 17,75 persen keseluruhan penduduk. “Alasan utama penurunan tingkat kemiskinan dalam periode 2006-2007 adalah peningkatan daya beli masyarakat yang mencapai 6,36 persen. Bahkan peningkatan daya beli masyarakat desa (7,54 persen) lebih tinggi daripada masyarakat kota (5,56 persen),” kata Ical.

Namun beberapa bulan terakhir harga minyak mentah dunia melonjak drastis bahkan mendekati angka 100 dolar per barrel. “Kenaikan ini mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, dan dapat berpengaruh pula terhadap laju pertumbuhan ekonomi domestik,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia meningkatkan angka inflasi dunia, yang bisa mendorong inflasi domestik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan beban keluarga miskin. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.