Apa Rahasia Singpaura
6 Nopember 2007 | 15:19 WIB
Mantan PM Singapura Lae Kuan Yew (LKY) dalama wawancaranya dengan dua wartawan internasional Herald Tribuna melanjutkan bicara tentang China (RRC) dewasa ini.
Seraya AS memfokuskan pada Timur Tengah, kata LKY, maka orang-orang China sibuk sedang memperhalus kebijakan-kebijakan mereka dan membina dasar pondemen dari hubungan kerjasama yang lebih bersifat jangka panjang di Asia. ‘Mereka sedang membuat keputusan-keputusan strategis mengenai hubungan-hubungan mereka dengan kawasan ini’ ujar LKY.
Dan di sinilah di mana Singapura yang kecil itu melihat dirinya sendiri sebagai suatu modal bagi negeri yang paling banyak penduduknya didunia. ‘Mereka harus serupa kami’ kata LKY, Òdengan suatu nalar atau logika yang sangat tajam mengenai apa yang mungkin dan yang tidak mungkin’.
Tiap tahun, kata LKY, para menteri
Rahasia Singapura, ujar LKY, ialah bahwa dia ‘bebas ideologi’, suatu pragmatisme yang tidak sentimentil yang memasukkan cara bekerja negeri seolah-olah dia sendiri adalah suatu ideologi. ’Apakah itu bekerja? kata LKY.
’Mari kita coba dia dan jika dia jalan, bagus, mari kita lanjutkan dia. Jika tidak jalan, lempar dia keluar, dan coba yang lain’. Tolok ukurnya, kata LKY, ’apakah ini perlu untuk bertahan hidup dan untuk kemajuan? Jika memang begitu, marilah kita kerjakan’.
Berharap menarik lebih banyak turis (wisatawan), misalnya, maka Singapura sedang membangun dan gedung kasino yang besar sekali, kendati LKY sendiri menyatakan ketidaksenangannya terhadap kasino.
’Saya tak suka kasino-kasino kata LKY. ’akan tetapi dunia telah berubah dan jika kami tidak memiliki sebuah tempat terpadu sepeti yang ada di Las Vegas, AS, yakni Las Vegas Sando, kami akan kalah’.
’Jadi mari kita jalankan’ ujar LKY. ’Mari kita coba dan masih menjaganya aman dan bebas dari mafia dan dari pelacuran dan bebas dari pencucian uang. Apakah dapat kita lakukan itu ? Saya tidak begitu pasti, tapi kami akan mencobanya dengan baik’. Bahkan mengenai isu-isu sosial, tema-tema yang lazimnya dipersoalkannya dengan sikap agresif yang tampaknya bisa kaku, LKY kedengarnya hampir ampuk lunak.
’Saya pikir kita harus pergi ke arah mana pun yang didiktekan oleh kondisi dunia kepada kita, bila kita hendak survive dan menjadi bagian dari dunia modern ini’ kata LKY. ’Bila kita tidak terkait dengan dunia modern, maka kita mati. Kita akan balik ke kampung nelayan yang kita pernah demikian adanya’.
Misalnya, mengenai isu homoseksual, kata LKY, ’kami mengambil suatu posisi ambigu. Kami bilang, oke, biarkan mereka sendiri, jangan ganggu, tapi biar kita pertahankan hukum sebagaimana adanya untuk waktu sementara dan biarlah kita tidak punya parade kaum homoseksual. Kendati homoseks secara tehnis tetap ilegal di Singapura, pemerintah telah mengindikasikan dia tidak akan secara aktif melaksanakan undang-undang.


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.