Saatnya Indonesia Gugat Malaysia
Jakarta ( Berita ) – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR, Effendy Choirie, di Jakarta, Selasa [30/10] , menegaskan kini saatnya Indonesia menunjukkan sikap tegasnya, dengan melakukan gugatan atas berbagai perilaku buruk Malaysia yang gemar mencaplok hak orang lain.
“Tulis ini. Gak ada maaf bagi Malaysia yang terus berulah kurang etis,” katanya kepada ANTARA, menanggapi informasi tentang diklaimnya lagi `Burung Kakatua` sebagai lagu rakyat warisan budaya Malaysia, menyusul hal sama berlaku untuk `Rasa Sayange`.
Effendy Choirie yang sehari-harinya bertugas di Komisi I DPR, dengan lantang menambahkan Pemerintah RI harus jangan lagi berlama-lama bertindak. “Sudah jelas-jelas hak-hak milik rakyatnya di-`obok-obok` masih saja tak mau bergerak. Gugat mereka (
Jika
Lagu ‘Rasa Sayange’ yang memicu “komflik” hak kepemilikan kedua bangsa itu merebak awal bulan Oktober lalu ketika
Lagu ini, menurut kabar yang tersiar, telah diklaim sebagai lagu asli Malaysia, tetapi menjadi kontroversial ketika rakyat Indonesia mengaku bahwa lagu itu adalah lagu asal Maluku (Ambon) yang telah direkam dan dinyanyikan rakyat Indonesia jauh sebelum Malaysia menjadi negara berdaulat.
Bukan lagu
Seorang penyanyi tenar asal Ambon, Andre Hehanusa, dalam sebuah acara NewsDotKom di layar Metro TV Minggu ketiga bulan Oktober lalu mengakui bahwa lagu itu “bukan lagu Ambon”.
Yang dimaksudkannya adalah melodi lagu itu memang dari Belanda, tetapi liriknya dinyanyikan dalam bahasa Indonesia dan digunakan untuk berbalas pantun. “Lagu itu bukan dari
Kabar yang tersiar menyebutkan bahwa lagu itu adalah ciptaan kakek dari penyanyi Andre Hehanusa asal
Menurut Andre Hehanusa, karena itu adalah lagu Belanda, maka tentu juga bukan lagu
Rasa Sayange.
Makanya kita harus rajin menyanyikan lagu terang bulan terang di kali, buaya timbul disangka mati….,
tiga kali sehari sambil menggosok gigi.
Siapa yang ingin berbalas pantun:
Penggalas membawa pukat, cari belanak di pantai sunyi
Orang malas tidak berbakat, seenaknya langsung menyanyi,
Rasa sayangee,
Saya tunggu pantun anda