BI: Kenaikan Harga Minyak Potensi Turunkan Pertumbuhan Ekonomi 2008 : Harian Berita Sore

BI: Kenaikan Harga Minyak Potensi Turunkan Pertumbuhan Ekonomi 2008

31 Oktober 2007 | 15:02 WIB

Jakarta ( Berita ) : Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom dalam diskusi meja bundar di BI Jakarta, Rabu [31/10]mengatakan dengan kenaikan harga minyak dunia akan mengakibatkan penurunan konsumsi swasta sejalan dengan pengaruh penurunan daya beli akibat kenaikan inflasi dan dampak langsung kenaikan harga barang impor.

Dengan demikian, lanjutnya, penurunan permintaan domestik yang cukup kuat akan mempengaruhi penurunan pertumbuhan ekonomi 2008 meski ekspor netto meningkat akibat pertumbuan relatif stabil sedangkan impor menurun.

Sementara itu tekanan inflasi sendiri didorong oleh kenaikan harga minyak dunia bersama dengan kenaikan harga komoditas primer  global. “Peningkatan resiko inflasi ini didorong ‘imported inflation’ (kenaikan harga barang impor) terkait kenaikan harga minyak,” katanya dalam diskusi “Pemberdayaan Sektor Riil untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi melalui Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter”.

Ia menjelaskan dalam simulasi pengaruh minyak terhadap inflasi, jika rata-rta harga minyak 60 dolar per barel akan terjadi inflasi 6,1 persen, harga minyak 68 dolar AS per barel inflasi 6,26 persen, harga minyak 70 dolar AS inflasi 6,3 persen.

Kemudian bila harga minyak 75 dolar AS per barel akan terjadi inflasi 6,4 persen, harga minyak 80 dolar AS per barel inflasi 6,5 persen, harga minyak 85 dolar inflasi 6,6 persen, harga minyak 90 dolar inflasi 6,7 persen dan harga minyak 95 dolar AS per barel inflasi 6,8 persen.

Miranda mengatakan, meski kenaikan harga minyak berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi 2008, namun bagi neraca perdagangan Indonesia (NPI) berpengaruh positif. Untuk setiap kenaikan 1 dolar AS per barel, pada triwulan IV 2007 akan meningkatkan surplus transaksi berjalan 23,3 juta dolar AS dan meningkatkan cadangan devisa 36,3 juta dolar AS setiap triwulannya.

“Namun dampak positif tersebut tercapai jika permintaan konsumsi minyak domestik tidak meningkat, yang diasumsikan 396,2 juta barel pada tahun 2008,” katanya. Di samping itu volume perdagangan dunia tidak menurun, sehingga tidak mempengaruhi volume perdagangan ekspor non migas serta sentimen aliran modal masuk positif. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.