Tanggul Buat Singapura
10 Oktober 2007 | 15:05 WIB
LEE KWAN YEW (LKY) mantan PM Singapura (34) telah mengubah sebuah pulau yang berpenyakit malaria yakni Singapura menjadi suatu pusat keuangan yang modern dengan gedung-gedung bertingkat sebagaimana dimiliki oleh Dunia Pertama ( Amerika dll).
LKY kini sedang memandang ke masa depan negara-pulau ini, sekali ini dengan rencana untuk menutup pulau itu rapat-rapat dengan tanggul-tanggul (dikas) terhadap arus pasang dari pemanasan global.
’Mari kita mulai berpikir tentang hal itu’ ujar LKY dalam sebuah wawancara dengan wartawan Sath Hydana dan Wayne Arnold dari International Herald Tribune (30-8-20007). Semenjak kelahiran sulit pada tahun 1965, tatkala diusir dari Malaysia, kata LKY, Singapura telah berjuang untuk tetap hidup di suatu lautan kekuatan -kekuatan ekonomi dan politik yang tidak dapat dikontrolnya.
’Jika air laut naik dengan tiga,empat, lima meter’kata LKY sambil tertawa, ’apakah yang akan terjadi dengan diri kami’ Separoh Singapura bakal lenyap’.
Kendati semua keberhasilannya, LKY tetap waspada terhadap bahaya-bahaya yang mungkin ada hanya di kaki langit yang jauh yakni meningkatnya peran China di kawasan seraya Amerika Serikat menolak ke jurusan lain, pukulan -pukulan dari ekonomi Dunia, bahkan perubahan iklim.
Ciptaannya, Singapura modern adalah sebuah rumah tenaga ekonomi denagn salah satu pendapatan per kapita paling tinggi di Dunia, sekolah - sekolah berkualitas tinggi, pemeliharaan kesehatan dan jasa-jasa publik yang membuatnya jadi besi berani (magnit) bagi tenaga kerja global ( sedunia). Orang-orang asing merupakan sekitar seperlima dari penduduk Singapura yang 4,5 juta jiwa itu.
’Untuk mengerti Singapura, anda harus mulai dengan sebuah cerita yang mustahil yaitu Singapura semestinya tidak ada’ ujar LKY Singapura adalah sebuah negara dengan hampir tiada sumber daya alam, tanpa kebudayaan bersama, sebuah campuran terpatah-patah dari Cina, Melayu dan India, mengandalkan pada kecerdikannya untuk tidak tenggelam dan menjadi makmur.
’Kami adalah bertahan hidup sampai sekarang, 42 tahun ’ujar KLY.’Apakah kita akan survive untuk 42 tahun mendatang ? Hal itu tergantung pada kondisi-kondisi Dunia. Tidak tergantung pada hanya kami saja’.
Nalar kerentanan ( vulnarability) ini adalah jawaban LKY terhadap semua pengkritiknya. Terhadap mereka yang bilang negerinya dikontrol terlalu ketat, bahwa Singapura memasung, mengikat persnya, menindas kebebasan bicara, memangkas demokrasi, menginjak-injak kaum disiden (mereka yang berlainan pendapat) dan menumpulkan Kewiraswastaan (entropreneurship) dan kreativitas dalam warga-warganya.
’Jawabannya terletak dalam gunesis ( asal, kejadian) kami’ ujar LKY. ’Untuk survive, bertahan hidup, kami harus melakukan hal -hal ini. Dan kendati apa yang anda lihat hari ini yakni super struktur sebuah kata yang modern, dasarnya adalah sangat kecil dan sempit dan dengan gampang bisa bercerai- berai hancur binasa’.
Tatkala ditanya apakah dalam menengok ke belakang dia merasa mungkin telah bertindak terlalu jauh dalam menghancurkan lawan -lawannya, terkadang dengan pengaduan secara hukum yang akibatnya menghabiskan uang bikin pailit, terkadang dengan hukuman penjara yang lama jangka waktunya, LKY menjawab ’Tidak, saya pikir tidak demikian. Saya tak pernah membunuh mereka .Saya tak pernah membinasakan mereka. Secara politik, mereka (lawan-lawannya itu) menghancurkan diri mereka sendiri’.
Salah satu keprihatinannya sekarang, kata LKY ialah bahwa Amerika Serikat menjadi begitu sibuk dengan soal Timur Tengah sehingga gagal memandang ke depan dan merencanakan di bagian dunia sini.
’Saya pikir itu adalah rem penahan riil yang memper-lambat penyesuaian kepada situasi baru’ kata LKY, suatu perubahan yang menimbulkan kekhawatiran negeri-negeri Asia Tenggara yang tergantung pada Washington untuk menyimbangi kekuasaan ekonomi dan politik yang meningkat dari China.
’Tanpa penyedotan energi ini, perhatian dan sumber-sumber bagi Irak, Iran, Lebanon, Israel, Palestina akan ada pemikiran yang mendalam mengenai trend-trend jangka panjang, seraya menghasilkan kemungkinan pilihan -pilihan yang dapat dilaksanakan oleh Amerika Serikat untuk mengubah arah jurusan dari trend-trend jangka panjang lebih banyak bagi keuntungannya’ kata LKY.
Para diplomat di kawasan ini bersetekan bahwa Amerika Serikat tidak memalingkan punggungnya dari Asia Tenggara, sambil mencatat bahwa kunjungan-kunjungan peringkat tinggi berlanjut, dari Presiden George W Bush,dari para menteri kabinet dan dari militer As.
Itu mungkin benar atas dasar hari ke hari, kata LKY, ’lantaran mesin’. Para dutabesar anda ada di sini. Kamar Dagang anda ada di sini. Departemen luarnegeri anda, Departemen Perdagangan dan Keuangan , dan saatnya , mereka siap siaga dalam menjaga toko berjalan terus’. Dominasi As yang berlanjut di kawasan ini bisa dilihat dalam bobot ekonominya. LKY berkata jika masalah -masalah pasarnya yang sekarang membawa kepada suatu kelambatan dalam konsumsi domestik, maka semua ekonomi Asia bakal menciut.
Bahkan usaha keras China mencari bahan -bahan mentah di kawasan ini kata LKY, untuk sebagian besar dijalankan oleh Amerika Serikat yang bersama Eropa merupakan pasar utama bapi produk-produk China, kata Lew Kuan Yew.




Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.