Untas Ingatkan KKP Indonesia - Timtim Tidak Abaikan Peristiwa 1959 Dan 1975 : Harian Berita Sore

Untas Ingatkan KKP Indonesia - Timtim Tidak Abaikan Peristiwa 1959 Dan 1975

28 September 2007 | 11:45 WIB

Kupang ( Berita ) :  DPP Uni Timor Aswain (Untas)–organisasi yang memayungi warga Timor Timur di Indonesia mengingatkan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia-Timor Timur agar dalam laporan akhirnya tidak mengabaikan peristiwa berdarah 1959 dan 1975.

Ini karena peristiwa berdarah yang terjadi pada tahun 1959 dan 1995 yang menewaskan ribuan warga sipil Timtim merupakan akar dari semua persoalan di Timor Timur selama 24 tahun terakhir dan berujung pada referendum tahun 1999, kata Sekretaris Jenderal DPP Untas, Ir. Filomeno J Haornay, di Kupang, Kamis [27/09].

Dalam keterangan kepada wartawan seputar rencana KKP Indonesia-Timor Timur yang akan mengumumkan hasil akhir, setelah melaksanakan tugas selama tiga tahun pada akhir tahun ini.

“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pergolakan di Timor Timur, kami memandang penting untuk mengingatkan kepada KKP untuk tidak mengabaikan peristiwa pada tahun 1959 dan 1975, sebagai tonggak sejarah buram yang memicu kekerasan di Timtim selama 24 tahun terakhir,” kata Sekjen Untas, Filomeno.

 Menurut dia, tanpa ada peristiwa berdarah 1959 dan 1975, maka peristiwa-peristiwa kekerasan selama bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga pasca referendum September 1999 tidak mungkin terjadi begitu saja.

Semua yang terjadi di negeri itu, kata dia, semata-mata dipicu oleh rasa dendam diantara sesama saudara sebagai akibat dari politik adu domba yang dilancarkan oleh bekas para penjajah.

Karena itu, rekomendasi KKP Indonesia-Timor Timur itu tidak akan membawa perubahan apa-apa bagi hubungan antar sesama rakyat Timor Timur, jika tidak mengungkap kronologi peristiwa demi peristiwa secara menyeluruh di Timtim.

“Kami menginginkan, hasil akhir dari kerja KKP Indonesia dan Timor Timur dapat menjadi tonggak sejarah baru bagi hubungan sesama saudara orang Timtim, dan hubungan baik kedua negara bertetangga di masa datang,” kata Filomeno.

Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao pada acara dengar pendapat di Dili, Timor Timur meminta KKP Indonesia-Timor  Timor untuk dapat menciptakan sesuatu yang baik bagi hubungan kedua negara.

 Menurut Filomone, pernyataan Xanana itu memiliki makna yang sangat dalam, tetapi apapun rekomendasi KKP Indonesia-Timor Timur tidak akan menciptakan sesuatu yang baik bagi hubungan kedua negara, jika akar masalah di Timor Timur yang menjadi pemicu persoalan di Timtim tidak diungkapkan secara tuntas. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.