Menhan RI Jangan Cuci Tangan Dari Insiden Ternate : Harian Berita Sore

Menhan RI Jangan Cuci Tangan Dari Insiden Ternate

28 September 2007 | 11:48 WIB

Jakarta ( Berita ) :  Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas H Pareira, di Jakarta, Kamis [27/09], meminta Menteri Pertahanan agar jangan “cuci tangan” dari ‘insiden Ternate’, yakni terjadinya bentrok fisik pasukan TNI versus anggota Polri yang berakibat jatuhnya korban tewas maupun luka-luka.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA, menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Yuwono Sudarsono kepada pers, yang meminta Panglima TNI, Djoko Suyanto memperhatikan kesejahteraan para prajurit tingkat bawah. “(Ini penting) untuk cegah konflik terus berulang,” kata Yuwono Sudarsono. Menanggapi hal itu, Andreas Pareira kaget dengan mengatakan, ini merupakan sesuatu yang terbalik dan terkesan ada unsur “cuci tangan”.

“Iya kan. Ini terbalik dong. Mestinya Panglima TNI yang meminta Menhan membuat perencanaan untuk kesejahteraan prajurit,” tegas anggota parlemen dari daerah pemilihan Provinsi Jawa Barat ini.

Ia mengharapkan, pihak Menhan bisa lebih meyakinkan dalam melaksanakan tugasnya, terutama menyangkut membuat proposal bagi peningkatan kesejahteraan prajurit.

“Bikinlah proposal yang meyakinkan untuk kemudian dibicarakan dengan pemerintah, yakni Bappenas dan Depkeu, kemudian diusulkan untuk memperoleh persetujuan DPR RI,” ujarnya.

Persoalan peningkatan kesejahteraan itu, menurut Andreas Pareira, jangan cuma terus diomongkan, tanpa tindakan jelas dari institusi berkompeten.

“Kami di Komisi I DPR RI berpendapat, Panglima TNI kan tugasnya melaksanakan fungsi pertahanan. Banyak tanggungjawabnya dalam penegakkan kedaulatan NKRI. Sepantasnya pihak Menhan mendukungnya sesuai fungsinya, termasuk yang terutama dalam hal pengajuan rencana peningkatan kesejahteraan para prajurit di lapangan dalam menjalankan tugas negara itu,” ungkap Andreas Pareira. ( ant )

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.