179 Warga Sumbar Menderita Aids, 18 Meninggal
28 September 2007 | 11:40 WIB
Padang ( Berita ) : Berdasarkan serro survei yang dilakukan pada kelompok beresiko tinggi di Lembaga Permasyarakatan, panti rehabilitasi, pasar-pasar dan sopir, sejak 2002 sampai September 2007 tercatat sebanyak 179 orang warga Sumbar menderita AIDS dan 88 terjangkit virus HIV, dan 18 meninggal.
“Selain memberi subsidi obat anti retroviral sebesar Rp200-300 ribu untuk menolong penderita, Diskes Sumbar juga membuka klinik konsultasi dan berobat di RS M Djamil Padang dan RS Ahmad Muchtar Bukittinggi yang dilengkapi dengan penerangan audiovisual VCD, dokter, psikiater, ustad dan ulama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Dr Rosnini Syafitri MKes, di Padang, Kamis [27/09].
Korban HIV di Sumbar tiap tahun terus meningkat dan kasus ini diibaratkan sebagai “gunung es” sebab 1 orang penderita diperkirakan bisa menularkan virus yang sama kepada 100 ribu calon penderita sehingga diperkirakan jumlah yang tidak terdata masih ada.
Menurut dia, penderita terinfeksi paling banyak melalui jarum suntik (pecandu narkoba) dan akibat hubungan seks bebas.
Pemerintah terus memberi obat bersubsidi sebesar Rp200-300 ribu, sedangkan harga jual obat retroviral itu mencapai Rp500 ribu, guna membantu pasien terserang penyakit kekebalan tubuh itu.
“Obat yang hanya berfungsi menghambat perkembangan virus tersebut harus dimakan oleh penderita setiap hari,” katanya.
Ia menyebutkan, para penderita HIV pada umumnya berada pada usia produktif dari 20-29 tahun.
pemeriksaan terhadap pendonor darah terkait penyakit yang mematikan itu.
Kerjasama dengan LSM PKBI Cemara terus dilakukan dan mencoba mendekati penderita agar mereka bisa menggunakan klinik-klinik konsultasi dan berobat itu.
Sebelum di berikan penjelasan pasien harus disiapkan dulu sebab masyarakat biasanya tidak bisa menerima orang terkena HIV (Human Immunodeficiensy Virus), padahal penyakit itu tidak bisa menular melalui sentuhan kulit dan makanan.
“Penderita perlu diberikan kepercayaan untuk bisa hidup, diberikan pekerjaan dan perlakukan mereka sebagai orang biasa, walaupun dalam tubuh mereka mengandung virus penyakit menular itu,” katanya.
Gejala
Kasubag Organisasi dan Hukum Hasfah, Disnas Kesehatan Sumbar Indrayani, menyebutkan gejala-gejala yang muncul jika seseorang terjangkit virus HIV dapat dikategorikan dalam gejala mayor dan minor.
Pada gejala mayor terdapat tanda-tanda dimana penderita mengalami diare berkepanjangan, sariawan yang tidak sembuh-sembuh, melemahnya kesadaran, muncul bintil-bintil di kulit, batuk berkepanjangan disertai pula berat badan yang makin lama makin turun.
Gejala minor yang ditemui pada penderita yaitu munculnya bintil-bintil dikulit, batuk yang tetap selama sebulan, terjadinya penyakit kulit yang sudah terinfeksi dan penyakit herpes.
“Upaya preventif seperti penyuluhan terhadap orang-orang yang beresiko tinggi serta pengecekan darah perlu terus digiatkan disamping pengawasan terhadap anggota masyarakat yang berprilaku menyimpang
sangat diperlukan untuk membetengi setiap individu agar tidak tertular virus yang mematikan itu,” katanya.
Dinas Kesehatan merekap, Kota Padang dan Bukittinggi, kota yang dominan terdapat penderita AIDS dan HIV menyusul Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam.
Sejumlah kabupaten dan kota lainnya tidak terdapat penderita diserang penyakit mematikan itu yakni Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.