11 Negara Serukan Jepang Perbarui Misi Di Afghanistan : Harian Berita Sore

11 Negara Serukan Jepang Perbarui Misi Di Afghanistan

28 September 2007 | 11:46 WIB

Tokyo ( Berita ) :  Sebanyak 11 negara pada Kamis secara bersama menyerukan oposisi politik Jepang untuk menghentikan penolakan mereka menyangkut misi angkatan laut mendukung pasukan pimpinan AS di Afghanistan, yang mana pemerintahan baru itu sedang berjuang untuk memperbarui misi tersebut.

Oposisi itu — yang menyebutkan bahwa Jepang secara resmi sebagai negara cinta damai yang seharusnya bukan bagian “perang AS” — telah berjanji mengakhiri misi itu sejak mengambil alih majelis tinggi parlemen dalam pemilu Juli silam.

Dalam pernyataan bersama, para duta besar dari 11 negara itu mengatakan, Jepang “telah membuat kontribusi yang unik dan vital” untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di Afghanistan.

Para anggota koalisi itu mengakui dukungan dan sambutan hangat Jepang dalam misi ini dan mengharapkan Jepang melanjutkan kontribusi pentingnya itu,” kata para diplomat itu setelah melakukan pertemuan yang dituan-rumahi Pakistan.

Para Dubes yang menghadiri pertamuan itu termasuk Dubes AS Thomas Schieffer, yang baru-baru ini bertemu dengan Ichiro Ozawa, ketua oposisi utama, Partai Demkratik Jepang (DPJ), namun gagal membujuknya untuk memperpanjang misi angkatan laut tersebut.

“Saya telah siap bertemu dengan Tuan Ozawa. Kami akan menjalin hubungan baik dengan DPJ sebagaimana kami lakukan di masa lalu,” kata Schieffer kepada wartawan di kediaman mitra Pakistannya, Kamran Niaz.

Di samping AS dan Pakistan, dalam seruan bersama itu ditandatangani oleh para Dubes dari Afghanistan, Australia, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, dan Selandia Baru.

Dalam jajak pendapat oposisi yang dipublikasikan Kamis menunjukkan bahwa Fukuda senang dengan dukungan awal yang kuat, dan opini publik telah beralih mendukung perpanjangan penempatan angkatan laut itu. ( ant/afp)

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.