Kasus Perjudian Di Bali Meningkat Pesat

 Denpasar ( Berita ) :  Kasus perjudian di Bali yang antara lain berupa togel, adu ayam (tajen), main kartu dan bola adil, meningkat pesat tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2006).

Bila selama tahun lalu tercatat hanya 376 kasus perjudian yang diungkap polisi, kini belum genap setahun telah 525 kasus yang berhasil dibongkar jajaran Polda Bali. Direktur Reskrim Polda Bali Kombes Pol Wilmar Marpaung di Denpasar, Rabu [26/09] mengatakan, dari kasus perjudian yang telah berhasil dibongkar jajarannya sebanyak itu, sebagian besar ditindak oleh Poltabes Denpasar, yakni 102 kasus. Menyusul berikutnya Polres Buleleng yang “menyikat” 87 kasus, Tabanan 75 dan Ditreskrim Polda Bali 51 kasus, katanya.

 Sementara di jajaran Polres lain di Bali, kata dia, tercatat berhasil mengungkap antara 22 sampai 46 kasus. Mengenai jenis perjudian yang sempat muncul, Dirreskrim menyebutkan sebagian besar berupa togel dengan menginduk pada undian TSSM di Singapura. Selain togel, di sejumlah daerah juga muncul tajen, main kartu ceki dan domino serta bola adil, ucapnya.

Dirreskrim menyebutkan, sebagian besar dari tindak perjudian yang berhasil dijaring jajarannya kini telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan di masing-masing Polres. Sementara yang masih dalam proses penyidikan, tinggal hanya 53 kasus, kata Wilmar dengan menambahkan, untuk yang terpaksa harus di-SP3-kan, tercatat satu kasus.

“Satu kasus yang muncul di Denpasar terpaksa harus dihentikan penyidikannya sehubungan tidak ditemukannya cukup bukti, antara lain tidak adanya uang yang dipakai taruhan,” katanya. Para tersangka yang dalam proses penyidikan kini masih menjadi tahanan jajaran POlda Bali, sementara yang telah mendapatkan status P-21 (berkas lengkap) telah dilimpahkan ke kejaksaan. ( ant )