Peran Chelsea Clinton
19 September 2007 | 15:29 WIB
CHELSEA Clinton (27) adalah satu-satunya anak pasangan Bill dan Hillary Clinton, waktu ayahnya menjadi Presiden AS, ibunya Hillary disebut first Lady yang disini diterjemahkan menjadi Ibu Negara.
Tatkala Hillary Clinton untuk pertama kali bertanding dalam pemilihan Senator dan anggota Kongres dan untuk ituu harus berkampanye di segenap pelosok negara-negara New York, maka Chelsea yang berusia 20 tahun berada disamping ibunya, setia ikut dalam kampanye politik untuk memungkinkan ibuny ameraih kemenangan.Dewasa ini pada usia 27 tahun Chelsea masih tampak bertepuk tangan dan tersenyum ria atas nama kedua orang tuanya, menyertai mereka dalam kunjungan baru=baru ini ke kota Aspan di Colorado, di Jerman dan Israel. Dia aktif dalam upaya mengumpulkan dana dan berhasu memasuk-kan sumbangan 20 juta dolar AS untuk yayasan yang didirikan oleh Bill Clinton. Pendek kata,
Tentu Chelsea sudah punya kehidupannya sendiri dewasa ini. Dia bekerja di bidang perbankan di bidang pegumpulan dana. Dia sudah punya pacar yang serius. Dia punya sebuah lingkaran ketat teman-teman, dan suatu tempat permanen di lingkungan pantawan-pantawan New York.
Belakangan ini Chelsea bisa menjadi selebriti alias tesohor dan mengendalikannya,menikmati keuntungan -keuntungan menjadi selebriti, bisa mengatasi lelucon -lelucon mengenai wajahnya yang tidak terlalu elok.
Sekarang Chelsea harus memutuskan apakah melepaskan sebagian dari privacy-nya untuk membantu ibunya dalam kampanye pemilu Capres. Sebegitu jauh hingga kini Chelsea lebih merupakan sebuah karakter daripada suatu kehadiran dalam kampnaue yang berusaha belukiskan Hillary Chilton sebagai sebuah kekuatan kokoh namun memberi kehidupan, seorang sahabat bagi kaum wanita dan kanak-kanak, dan sebuah petlambang kemajuan dari satu generasi ke generasi berikut. Para pemilih mendengarkan kisah -kisah mengenai masa kanak-kanak Chelsea, hiasan -hiasan di hari Natal dan bahkan tempat buaiannya.
Tim sukses kampanye Hillary tidak mau mengatakan kapan Chelsea akan muncul dalam perjalanan kampanye. Memang presiden Bill Clinton dan Senator Hillaru Clinton adalah tokoh-tokoh publik, tapi putri mereka bukan tokoh publik, kata tim sukses. Chelsea akan terus menjalani kehidupan privatnya sendiri.
Menurut wartawan Jodi kantor dari The New York Times, Chelsea waktu masuk college berminta untuk studi kedokteran. Jika studi dokter Chelsea akan keluar dari garis edaran kepada orang tuanya. Dia akan bertahun- tahun lamanya terbenam dalam rumah sakit.
Alih-alih setelah diwisuda di Stanford University bulan Juni 2001 dia mendaftarkan diri di Universitas Oxford di Inggris di mana ayahnya pernah menuntut pelajaran sebagai seorang ilmuan Rhones.
Setelah Oxford Chelsea Clinton bekerja pada Mckinsay, perusahaan konsultan yang terkenal sebagai suatu pelatihan korps elite bisnis. Dia adalah yang paling muda dalam kelasnya, namun dipekerjakan seperti orang-orang yang memiliki gelar kesarjanaan MBA. Musim gugur yang lalu Chelsea pindah dan bekerja menganalisa investasi-investasi di Avenus Capital,
sebuah hodge fund yang dijalankan oleh Maro Lasry, seorang penyumbang dana yang setia kepada Partai Demokrat. Bagi Chelsea kemandirian finansial adalah penting. Gajinya di McKinsey yang terdiri dari enam angka rendah itu mungkin kii sudah bertambah dengan ratusan ribu dolar di Avenus Capital.
Chelsea punya cowok tetap Marc Mezvinsky yang bekerja pada Goldman Sachs di New York. Mereka tampaknya serius akan mendirikan rumah tangga bersama. Beberapa pengamat bertanya pada diri sendiri apakah jika senator Hillary Clinton menang dalam Pilpres 2008 bakal ada pesta pernikahan di Gedung Putih dari Chelsea Clinton dan Harc Hazwinsky ?
Karena Chelsea kini sudah dewasa, dia tidak usah harus tinggal di Gedung Putih, sekiranya ibunya jadi presiden. akan tetapi Chelsea mungkin begitu dekat sama orang tuanya sehingga tidak akan berada jauh-jauh dari mereka.



Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.