Penularan HIV/AIDS Di Bali Dapat Ditekan
Denpasar ( Berita ) : Penularan virus HIV/AIDS lewat pertukaran jarum suntik (needle exchange program/NEP) diantara pemakai narkoba di Bali, dalam beberapa tahun belakangan dapat ditekan secara signifikan.
“Keberhasilan tersebut seiring dijadikannya Bali sebagai proyek percontohan penanggulangan penyakit yang ditandai hilangnya kekebalan daya tubuh itu,” kata Koordinator Pokja Humas, Informasi dan Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali dr I Nyoman Mangku Karmaya di Denpasar, Selasa [04/09] .
Ia mengatakan, penularan virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) dapat ditekan melalui pemberian jarum suntik secara cuma-cuma kepada para pecandu narkoba yang sangat rawan terhadap penyebaran virus membahayakan tersebut.
Namun menurunnya jumlah penderita lewat pembagian jarum suntik tersebut, tidak sebanding dengan bertambahnya penderita yang disebabkan oleh perilaku seksual bebas, sehingga orang dengan HIV/AIDS atau odha di Bali cenderung bertambah.
Jumlah Odha di Bali hingga awal Agustus 2007 tercatat 4.041 orang, meningkat sekitar 30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan yang cukup tajam itu hampir separuhnya akibat hubungan seks bebas.
Oleh sebab itu penggunaan kondom dinilai sangat efektif dalam upaya mencegah penularan HIV/AIDS, disamping lebih waspada terhadap ancaman penyakit mematikan tersebut.
Jika penggunaan kondom pada hubungan seksual bebas bisa mencapai 70-80 persen saja, akan mampu menekan penularan virus HIV/AIDS yang kini dalam kondisi sangat mengkhawatirkan itu. Penggunaan kondom selama ini masih rendah akibat berbagai alasan, ujar Mangku Karmaya.
Pemakai narkoba lewat jarum suntik di bali diperkirakan mencapai 2.850 orang, dimana 1.348 orang atau 47,36 persennya telah terinfeksi virus HIV/AIDS.
Oleh sebab itu semua pihak perlu hati-hati dan waspada agar terhindar dari penyakit yang mematikan itu, harap Mangku Karmaya. (ant )