Nilai Transaksi Pasar Lelang Rp 207,7 Miliar
Denpasar ( Berita ) : Nilai transaksi pada pasar lelang komoditi agro yang dirintis Pemerintah Propinsi Bali sejak Agustus 2005 hingga sekarang atau 17 kali kegiatan, seluruhnya bernilai Rp207,7 miliar.
Pasar lelang yang digelar secara berkesinambungan setiap bulan menawarkan tidak kurang dari 26 jenis komoditi itu, nilai transaksinya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, kata Kasubdis Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Bali Bagus Ketut Wijaya di Denpasar, Selasa [04/09].
Ia mengatakan, terjadinya peningkatan transaksi yang cukup menggembirakan itu menunjukkan bahwa pasar lelang di Pulau Dewata yang merupakan salah satu dari 19 pasar sejenis di Tanah Air, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
“Masyarakat petani, kelompok tani dan pedagang yang bergerak dalam usaha pembelian hasil-hasil pertanian menyambut baik ketika pasar lelang itu dirintis 17 bulan yang lalu,” kata Bagus Wijaya.
Ia menambahkan, lewat sistem pasar lelang yang pelaksanaannya terus disempurnakan itu diharapkan mampu menjadikan petani memiliki pola kemitraan dalam bidang pemasaran hasil-hasil pertanian, sekaligus memiliki kepastian pasar maupun kepastian harga.
“Posisi petani yang selama ini sangat lemah, tidak pernah merasa diuntungkan, karena di saat panen raya harganya selalu murah, segera berakhir dengan adanya pasar lelang yang langsung mempertemukan antara petani dengan pembeli,” ujar Bagus Wijaya.
Pasar lelang yang mempertemukan petani produsen dengan pembeli dalam jumlah besar akan mampu mengangkat posisi petani menjadi lebih kuat dalam menentukan harga.
Hal itu akan jauh lebih menguntungkan petani, dibanding selama ini posisi tawar petani sangat lemah, karena menjual hasil pertanian secara individu, sehingga tengkulak atau pengusaha dengan leluasa mempermainkan harga.
Adanya pola kemitraan dalam bidang pemasaran, seperti yang dirintis dalam pasar lelang terhadap komoditi hasil pertanian, perkebunan dan perikanan, diharapkan petani dapat menikmati harga yang wajar serta memperpendek rantai perdagangan, harapnya.
Pasar Lelang di Bali menurut Bagus Wijaya, tercatat paling sukses menghubungkan antara penjual dan pembeli ternak sapi, meskipun contoh matadangan itu tidak ditunjukkan saat berlangsungnya transaksi.
Keberhasilan itu berkat keunggulan sapi Bali yang sudah dikenal secara nasional maupun internasional, sehingga saat berlangsungnya transaksi hanya menentukan berat badan dan harga yang disepakati antara penjual dan pembeli.
Selama 17 kali pelaksanaan pasar lelang, matadangan sapi selalu menjadi primadona, karena berapapun jumlahnya yang ditawarkan pembali selalu akan habis terjual.
Dalam pasar lelang pada bulan Agustus lalu tercatat 224 sapi potong yang ditawarkan seluruhnya habis terjual dengan nilai Rp20.000 per kilogram hidup.
Jika seekor sapi mempunyai berat 400 kg, maka harganya akan mencapai Rp8 juta. Dengan demikian dari 223 ekor sapi yang berhasil dijual nilainya tidak kurang dari Rp1,7 miliar. ( ant )