Teungku Syiah Kuala Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Banda Aceh ( Berita ) :  Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mengangkat Teunku Syiah Kuala sebagai pahlawan nasional karena jasa-jasa beliau untuk daerah tersebut.

“Aceh memiliki banyak pahlawan yang berjuang, karena itu kita punya program bagaimana mengangkat para pahlawan ini agar diakui menjadi pahlawan nasional, salah satunya adalah Teungku Syiah Kuala,” kata Kepala Dinas Sosial NAD, Ridwan Sulaiman di Banda Aceh, Sabtu 01/09].

Usulan tersebut dinilai wajar karena jasa-jasa ulama yang bernama Syeh Abdurrauf bin Ali Al Fansuri As-singkili itu sangat besar  terutama kewenangan mengatur negara di bidang keagamaan, sehingga timbul suatu ungkapan yang cukup terkenal dalam masyarakat Aceh, yakni “Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala”.

Ungkapan tersebut bermaksud adat dipegang oleh raja, sedangkan segala hukum yang berkaitan dengan keagamaan harus mengikuti fatwa yang diberikan oleh ulama Tengku Syiah Kuala.

Untuk mengenang beliau, namanya juga ditabalkan sebagai nama univeritas negeri di Banda Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala sehingga diharapkan dia dapat menjadi pahlawan nasional yang diakui seluruh masyarakat Indonesia. 

Selain Teuku Syiah Kuala, masih banyak pahlawan yang juga akan diusulkan agar diakui menjadi pahlawan nasional. “Tentunya pengakuan sebagai pahlawan nasional itu melalui sebuah proses yang cukup panjang seperti pengajuan dari desa, kecamatan dan melalui seminar-seminar yang diakui dan direkomendasikan oleh seluruh komponen yang ada bahwa itu wajar dan diangkat sebagai pahlawan,” tambahnya.

Teungku Syiah Kuala adalah gelar dari Syeh Abdurrauf Bin Ali Al Fansyuri Al Singkili, seorang ulama Islam yang telah mengabdikan dirinya kepada Ilmu Pengetahuan dan pembinaan masyarakat, beliau dimakamkan Teuku  didekat muara Krueng Aceh tidak berapa jauh dari pusat kota Banda Aceh.

Dia menjabat sebagai Kadhi Malikul Adil di Kerajaan Aceh Darussalam pada masa pemerintahaan Ratu Safiatuddin Syah (1641-1675), Nakiatuddin Syah (1675-1678), Zakiatuddin Syah (1678-1688), dan Kamalat Syah (1688-1699). ( ant )

 

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.