Permohonan Maaf PM Malaysia Patut Dipuji
31 Agustus 2007 | 10:51 WIB
Jakarta ( Berita ) : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Bulan Bintang, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Jumat [31/08] dinihari, menyatakan, permohonan maaf Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi atas nama negaranya sehubungan insiden pemukulan oleh anggota polisi Diraja Malaysia terhadap Donald Luther Colopita, ketua delegasi wasit karate
“Maaf itu sebetulnya cukup disampaikan Kepala Polisi Diraja
Karena itu, menurut adik mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra itu, keputusan Perdana Menteri Abdullah Badawi itu, merupakan langkah istimewa.
“Iya, saya menilai, langkah PM Malaysia itu lebih dari cukup dan merupakan tindakan istimewa terhadap Republik
Sebagaimana diberiktana ANTARA sebelumnya, Pemerintah
“Malam tadi (Rabu malam, 29/8 -Red), sekitar pukul 20.00 WITA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima telepon dari PM Malaysia yang intinya pernyataan penyesalan dan meminta maaf sedalam-dalamnya (provound appologize) atas kejadian itu,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Dino Pati Djalal di Istana Tampak Siring,
Pemukulan terhadap ketua delegasi wasit karateka Indonesia itu terjadi pada hari Jumat (24/8). Saat itu, Donald Kolopita dipukuli oleh empat orang polisi Malaysia tanpa alasan yang jelas.
Dino Pati Djalal, pembicaraan kedua kepala pemerintahan berlangsung dalam suasana konstruktif dan bersahabat sebagaimana layaknya dua saudara dan PM Malaysia menyatakan, bahwa insiden itu tidak perlu terjadi.
Proses Hukum
Yusron Ihza Mahendra lanjut mengatakan, soal proses hukum terhadap aparat kepolisian Malaysia, diyakini akan terus berlanjut.
“Saya meyakini itu. Malaysia akan melakukan tindakan tegas terhadap aparat yang telah membuat PM mereka itu pusing kepala,” tukasnya.
Namun, menurut Yusron Ihza Mahendra, biarlah masalah hukum ini kita serahkan kepada Malaysia.
“Kurang ariflah jika kita terlalu campuri urusan domestik mereka. Tentu bijaksana jika RI dan Malaysia menjadikan insiden sekarang ini sebagai momentum untuk mengkaji guna menemukan langkah-langkah terbaik untuk meningkatkan hubungan kedua negara,” katanya.
Yusron Ihza Mahendra berpendapat, sudah takdir Tuhan, RI-Malaysia itu bertetangga dan ini akan abadi.
“Karena itu, tak ada untungnya bagi kedua pihak untuk saling membenci apalagi bermusuhan,” tandas Yusron Ihza Mahendra.
Penghargaan Presiden
Sementara itu, kepada pers Dino Pati Djalal menambahkan, Presiden Yudhoyono menghargai pernyataan PM Malaysia yang berupaya serta berniat baik untuk menghubungi Kepala Negara RI.
Hal itu juga menunjukkan sikap arif Perdana Menteri Malaysia dan kedua pemimpin sepakat, masalah itu perlu diselesaikan sesuai jalur hukum.
“Presiden menghargai langkah-langkah hukum dan tindakan indisipliner yang dengan cepat dapat diambil pemerintah Malaysia,” katanya.
Kedua pemimpin juga mengharapkan, masalah itu dapat diselesaikan secara baik dan cepat demi menjaga hubungan persaudaraan kedua negara yang selama ini berlangsung dengan kokoh.
Untuk itu, ujar Dino Pati Djalal, Kepala Negara mengimbau semua pihak tetap bersikap tenang dan tidak terpancing emosi dalam kasus ini.
Ia juga menginformasikan, Kepala Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) telah menulis surat kepada Donald Luther Colopita.


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.