Malaysia Akhirnya Minta Maaf Setelah Didemo : Harian Berita Sore

Malaysia Akhirnya Minta Maaf Setelah Didemo

31 Agustus 2007 | 15:42 WIB

Pemerintah kerajaan Malaysia akhirnya minta maaf. Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi  menyatakan permintaan maaf kemarin setelah merebak aksi unjuk rasa di kalangan masyarakat Indonesia  atas  kejadian yang dilakukan empat polisi Malaysia memukul  secara keroyokan dan sadis terhadap seorang wasit senior cabang olahraga karate dari Indonesia, pekan lalu.

Baik Indonesia maupun Malaysia sepakat masalah ini diselesaikan melalui jalur hukum. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghargai sikap PM Malaysia yang meminta maaf.

Hal yang sama juga dilakukan SBY ketika asap pembakaran hutan melanda Malaysia tahun lalu. SBY atas nama rakyat Indonesia tak segan-segan menyatakan permintaan maafnya dan masalahnya pun dianggap selesai.

Sebelum PM Malaysia minta maaf  berbagai elemen masyarakat melakukan aksi demo dan  mengkritik  Menlu Malaysia Syed Hamid Alba yang sama sekali tak ada rasa penyesalan apalagi meminta maaf atas kejadian yang dilakukan polisi Malaysia.

Menlu Malaysia hanya mengatakan itu kasus individu sehingga tidak perlu minta maaf atas nama negera.   Yang menyakitkan,  jangankan minta maat,  rasa penyesalan saja atidak ada. Bahkan, Menlu Malaysia  malah mengatakan, pihaknya sudah cukup baik kepada Indonesia, yakni memberikan pekerjaan kepada jutaan TKI di negerinya.

Arogan! Kita bersyukur ternyata nasionalisme masyarakat masih tetap ada. Kalau masyarakat kita kompak maka negara-negara lain pasti berpikir dan tidak akan  melecehkan bangsa kita. Pelecehan yang dilakukan bangsa-bangsa lain sudah begitu parah dan memprihatinkan sekali, tetapi kita malahan menganggapnya masalah biasa saja.

Lihat saja bagaimana Singapura mau memaksakan kehendaknya menggunakan wilayah Indonesia sebagai bagian dari latihan perang-perangan  angkatan bersenjatanya,  bahkan bisa dengan mengundang negara lain termasuk Israel. Jelas hal itu sudah menginjak-injak  citra dan  kedaulatan bangsa kita yang kalau di masa orde Baru –apalagi di masa Orde Lama– dipastikan tidak akan terjadi.  Presiden Soekarno pernah menggemakan ’’Ganjang Malaysia’’ tahun 1964. Malaysia puna ketakutan. Sebab, dulu bangsa kita benar-benar solid dalam mempertahankan  kedaulatan  bangsanya di segala bidang.

 

Bagaimana dengan sekarang ?

 

Semuanya serba loyo. Tidak eksekutif, legislatif dan judikatifnya,  cenderung hanya mementingkan diri sendiri. Bahkan, pulau-pulau Indonesia dicaplok  negara lain kita pun tidak bisa berbuat banyak, kecuali menerima saja putusan yang jelas sudah direkayasa matang oleh negara lain.

Seperti halnya kasus Pulau Sipadan dan Ligitan  yang berbatasan dengan Malaysia. Dulunya  terdaftar sebagai pulau  milik Indonesia, kemudian dianggap netral antara RI dan Malaysia,  tetapi  kemudian dapat diusahakan Malaysia bertahun-tahun sebagai kawasan pariwisata  (resort) yang indah dan menawan. Sudah barang tentu Mahkamah Internasional akhirnya memutuskan Malaysia sebagai  pemenang dalam sengketa perbatasan itu karena di sana sudah tumbuh sarana dan prasarana pariwisata yang dikelola negara kerajaan itu.

Nah, kalau masalah tanah air  dan kedaulatan negara saja kita tidak ngotot, tidak solid mengupayakan dan menjaganya, apalagi kasus-kasus lainnya yang lebih kecil skupnya. Justru itu, saatnya kota kompak, saatnya pemerintah tegas dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa.=

 

Comments

Got something to say?

You must be logged in to post a comment.

abilify price buy accutane online buy cheapest aciphex buy generic acomplia actonel product buy actos buy online aleve allegra information alli pills altace 5mg order antibiotics online buy online aricept order arimidex buy ashwagandha astelin side effects atacand generic atarax augmentin side effects avandia drug side effects buy online avapro avodart hair loss bactrim dosage cheap benadryl benicar hct generic buy biaxin buspar dosage buy cardizem cheapest celebrex price cephalexin uses cialis in uk online buy cipro + overnite shipping cla for weight loss allegra vs clarinex claritin price clomid prices clonidine sales colchicine coreg cr order coumadin cozaar and libido top rated creatine crestor generics purchase cymbalta depakote dosage diclofenac gel cheap online differin cheap diflucan online diovan dosage doxycycline uses side effects effexor order flagyl without a per flomax 8mg buy generic glucophage hair loss women hangover tips hoodia diet max lamictal dosage lamisil product lasix san diego on line levaquin levitra 20mg withdrawal from lexapro lipitor shipping ups lisinopril and grapefruit juice melatonin glutathione sleep micardis impotence order mobic motrin neurontin for sciatica order nexium nizoral hair loss Nolvadex Gynecomastia Louisiana omnicef 300 paxil alternatives penis extender vaccume phentermine cheap Plan B pill official website plavix asa Purchase Pravachol Pharmacy prednisone disc premarin horses otc prevacid prometrium in pregnancy propecia for hair loss afef tronchetti provera prozac for life order reglan online risperdal tricks for using rogaine Drug Seroquel singulair side effects Skelaxin + urine toxicology stop smoking clinic strattera australia stress headache relief will synthroid give me more energy topamax and pregnancy TOPROL XL pain relief shot of toradol Tramadol 180 reversing side effects of tricor trileptal indications Ultracet a Narcotic Drug valtrex contraindications interactions natural viagra VOLTAREN vytorin avm rapid weight loss cymbalta and wellbutrin passion rx yohimbe Natural Remedies Zantac Zetia Study order zithromax order zoloft Acyclovir Zovirax Generic Zyban Without A Prescription zyprexa class action online zyrtec What Is Zyvox Used for