Indonesia Sambut Pembebasan 12 Sandera Korea Selatan Di Afganistan
31 Agustus 2007 | 10:49 WIB
Jakarta ( Berita ) : Pemerintah Indonesia menyambut gembira pembebasan 12 warga negara Korea Selatan, yang ditahan kelompok Taliban sejak 19 Juli saat berkendaraan dari Kabul ke Kandahar.
“Pemerintah Indonesia menyambut gembira bahwa perundingan tersebut berbuah baik dan berhasil membebaskan 12 saudara dengan berharap tujuh sandera lain dibebaskan dalam waktu dekat,” kata Jurubicara Departemen Luar Negeri Desra Percaya, yang dihubungi dari Jakarta, Kamis [30/08].
Pada Rabu, 12 sandera terdiri atas 10 wanita dan dua pria dibebaskan dalam tiga gelombang di tiga wilayah terpisah di provinsi Ghazni seusai perundingan, yang melibatkan perwakilan Indonesia.
Pemerintah Indonesia secara khusus terlibat dalam upaya perundingan itu setelah menerima permintaan dari kelompok Taliban Afganistan.
Segera setelah menerima permintaan itu, Menteri Luar Negeri Indonesia memerintahkan Dutabesar Indonesia di Kabul menghubungi pemerintah Afganistan guna memastikan bahwa keterlibatan Indonesia tersebut sepenuhnya mendapat dukungan dari tidak hanya kelompok Taliban, tapi juga pemerintah Afganistan dan Korea Selatan.
Setelah semua pihak sepakat, Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda memerintahkan Dutabesar Indonesia untuk Afganistan di Kabul mengirimkan diplomat senior dengan didampingi penerjemah dari warga negara Afganistan, yang bekerja di Kedutaanbesar Indonesia untuk bergabung dalam kelompok penengahan, yang difasilitasi Palang Merah Internasional, guna membebaskan 19 warga negara Korea Selatan itu.
“Perundingan berlangsung pada 28 Agustus di Ghazni, sekitar 200 kilometer selatan Kabul, tempat kelompok Taliban sepakat membebaskan sandera sesuai dengan keadaan, yang disepakati,” katanya.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan memberi penghargaan kepada Dutabesar Indonesia untuk Afganistan Erman Hidayat dan diplomat Heru Wicaksono, yang berhasil menjadi penengah pada pembebasan sandera 12 warga negara Korea Selatan itu.
Menurut Presiden, keberhasilan diplomat Indonesia ikut perundingan dan menjembatani penyerahan sandera tersebut tidak terlepas dari kunjungannya ke Korea Selatan pada 24-25 Juli 2007.
Presiden langsung menghubungi dutabesar dan diplomat Indonesia di Afganistan untuk melakukan sesuatu demi tugas kemanusiaan dengan melakukan komunikasi dengan pihak terkait, yaitu pemerintahan Afganistan, Taliban, Korea Selatan, termasuk Palang Merah Internasional (ICRC).
Sementara itu, kepada stasiun televisi Korea Selatan KBS, jurubicara Taliban Qari Mohammad Yousuf Ahmadi menyatakan rencananya membebaskan tujuh sandera tersisa setelah kesepatan dicapai dengan pemerintah Korea Selatan.
Pemerintah Seoul menyatakan menyetujui akan menarik ke-200 tentaranya dari Afganistan, yang sudah dijadwalkan jauh sebelum penculikan itu, menjelang akhir tahun ini.
Selain itu, Seoul juga berjanji tidak mengirim lagi misionaris Kristen ke negara tersebut. Menurut kantor berita Jerman DPA, Taliban menyatakan pemerintah Seoul juga menyetujui menarik semua misionaris pada Jumat. ( ant )


Comments
Got something to say?
You must be logged in to post a comment.