Peningkatan Permintaan Dan Pasokan Di Pasar Modal Harus Jadi Prioritas

Jakarta ( Berita ) :  Peningkatan kapitalisasi pasar modal (market capitalization) yang melonjak pesat dalam 5 tahun belakangan ini tidak dibarengi dengan peningkatan fundamental bursa saham baik dari sisi pasokan (supply) maupun permintaan (demand), akibatnya bursa saham Jakarta begitu mudah terkena guncangan eksternal.

“Cukup berbahaya bursa saham yang kapitalisasi pasarnya meningkat pesat, namun tidak dibarengi dengan peningkatan suply maupun demand. Karena itu penigkatan supply maupun demand di pasar modal harus menjadi prioritas dan perhatian serius otoritas pasar modal,” kata Penasehat Presiden bidang ekonomi, Sjahrir di Jakarta, Kamis [23/08].

“Jadi jangan salahkan investor asing yang menjual besar-besaran portofolio investasinya di bursa saham. Masuk dan keluarnya modal asing tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dan tidak perlu terlalu dirisaukan. Kalau fundamental bursa kita kokoh, dampak dari guncangan eksternal tidak akan terlalu terasa,” katanya.

Sjahrir mengatakan yang terjadi saat ini fundamental bursa saham tidak cukup bagus. Dari sisi supply, tidak ada pertumbuhan yang signifikan dari emiten yang go public. Transaksi saham yang terjadi hanya sebatas saham-saham tertentu saja dari tahun ke tahun.

“Tidak ada cukup daya tarik bagi perusahaan untuk masuk bursa. Perusahaan yang sudah go public saja banyak yang ingin keluar (go private),” katanya.

Dari sisi demand juga tidak ada peningkatan yang signifikan, investor yang bermain hanya itu-itu saja, jumlahnya hanya sekitar 150 ribuan yang aktif bertransaksi. Padahal BEJ punya target yang melambung sekitar 2 juta investor domestik sampai 2008. “Bagaimana mau maju bursa saham kalau sisi suply dan demand tidak serius diperbaiki,” tambahnya.

“Sosialisasi yang dilakukan BEJ untuk meningkatkan investor domestik itu kurang berhasil,” kata Sjahrir.

Menyinggung mengenai guncangan pasar dan paniknya investor, Sjahrir mengatakan, Bapepam dan Bank Indonesia harus menjalin koordinasi yang baik untuk meredakan kepanikan pasar.

Dia menambahkan untuk mengurangi gejolak dan tekanan eksternal, idelanya investasi asing langsung (FDI) harus lebih besar dibandingkan dengan investasi portofolio. Yang terjadi sekarang ini investasi portofolio lebih besar dari FDI. Investasi portofolio itu gampang keluar dan masuknya, jadi merupakan hal yang biasa,” katanya. ( ant )

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.