Sumut Masuki Musim Hujan
Hal ini dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Kelas I Polonia, Firman, Amg. ’Terhitung pertengahan Agustus ini, Sumut sudah memasuki musim hujan dan intensitasnya sangat tinggi,’ ujar Firman, Amg di ruang kerjanya, Rabu pagi tadi (22/08).
Dikatakan Firman, potensi hujan lebat terjadi di Sumut tahun ini karena dipicu banyaknya pertumbuhan awan konveksi atau awan CB (Cu-mulonimbus). Intensitas hujan tinggi berkisaran 50 mm hingga 100 mm. ’Apalagi jika ada gangguan di Laut Cina Selatan, maka hujan di Sumut bisa turun berhari-hari,’ kata Firman.
Selain itu, sambungnya, potensi hujan di Sumut terjadi di kawasan lereng timur atau perbukitan mulai dari Simalungun, Langkat, Deli Serdang, Labuhan Batu dan Asahan. Juga terjadi di pesisir timur yang berdekatan dengan laut seperti Belawan, tanjung Balai dan lainnya.
’Kalau di Medan hujan sering turun di daerah Deli Tua, Jamin Ginting (Padang Bulan). Kalau di daerah perkotaan Medan juga mendapatkan hujan menyeruluh, tetapi hujannya turun dalam selang waktu jam yang berbeda,’ kata Firman.
Firman bilang, umumnya hujan sering terjadi pada sore dan malam hari. Tingginya intensitas hujan yang turun tersebut dapat berpotensi menyebabkan banjir di kawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) karena air yang meluap. Juga dapat menyebabkan banjir kiriman dari lereng gunung, terutama dari kawasan Karo dan Langkat. ’Potensi tanah longsor juga terjadi karena dipicu tingginya intensitas hujan di daerah pegunungan tersebut,’ jelasnya.
Untuk itu Firman menegaskan, masyarakat Sumut harus waspada terhadap banjir dan tana longsor karena tahun ini hujan di Sumut tinggi. Selain itu juga perlu diwaspadai munculnya puting beliung karena adanya awan CB tersebut. Kemunculan puting beliung ini berada di pesisir tmur seperti Langkat, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu serta Medan.(yun)