A A
RSS
Print This Post Print This Post
Share on Facebook

Spekulan Sumut Borong Dolar AS

Rab, Agu 22, 2007

Ekonomi

MEDAN (Berita): Makin menguatnya dolar AS terhadap mata uang rupiah membuat masyarakat, khususnya spekulan di Sumatera Utara memborong mata uang Paman Sam tersebut.

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Cabang Medan Ir Suhadi Aris mengatakan hal itu kepada Berita di kantornya, money changer PT Pura Buana Internasional di gedung Bank Sumut Medan Selasa (21/8) siang tadi.

Suhadi mengatakan aksi borong dolar AS dilakukan para spekulan karena umumnya mereka berharap mata uang AS itu akan menguat lagi. Pasalnya, seperti kebiasaan yang kerap terjadi jika dolar AS menguat maka penguatan itu akan berlangsung lama dan terus menguat.

Oleh karena itu, dolar AS yang ada disimpan selama ini bukannya dijual, melainkan dibeli lagi untuk diinvestasikan karena berharap untung lebih besar. “Spekulan kini berharap dolar AS akan terus menguat,” kata Suhadi.

Menurut Suhadi, melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS menjadi sekira Rp9.480-Rp9.500 per dolar AS karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot dan berimbas kepada jatuhnya rupiah.

Selain itu, Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Amerika Serikat macet yang ternyata juga berpengaruh terhadap menguatnya dolar AS. Bank Indonesia (BI) intervensi juga tak membuat rupiah naik, malahan pasar makin beraksi membeli dolar AS dalam jumlah banyak.

Penyebab lainnya menurut Suhadi adalah harga bahan pokok yang terus melambung bisa menimbulkan inflasi dan juga berakibat rupiah merosot. “Namun kemerosotan rupiah ini sifatnya temporer, tidak tetap,” kata Suhadi.

Ia menambahkan selain dolar AS yang laris manis, ternyata mata uang ringgit Malaysia dan dolar Hongkong juga banyak diserbu warga Sumut, khususnya Medan. Sebab masyarakat banyak yang akan melancong ke kedua negara tersebut, termasuk juga ke Singapura. “Walau akhir tahun masih lama, namun para pelancong itu sudah menyiapkan mata uang ke negara tujuan sejak sekarang,” papar Suhadi. (wie )   

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.