Partai Golkar Sumut Tetap Calonkan Ali Umri Sebagai Cagubsu
BINJAI ( Berita ) : DPD Partai Golkar Sumatera Utara tetap mengusulkan calon tunggal HM Ali Umri , SH.MKn sebagai calon Gubsu priode 2008-2013. Demikian disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Drs H A.Azis Angkat Selasa ( 21/8). Pernyataan Aziz itu menjawab polemik yang berkembang saat ini tentang calon Partai Golkar untuk Pilgubsu mendatang.
Menurut Azis, Partai Golkar sesuai Juklak No.5 harus mengadakan konvensi. Jika pelaksanaan konvensi, Partai Golkar Sumut hanya mengajukan calon Ali Umri, selaku Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Alasannya Ali Umri sudah disetujui dalam Rapimda Golkar. Kemudian pertemuan silaturahmi DPD Partai Golkar yang diikuti Pengurus Kecamatan Partai Golkar se Sumatera Utara juga memutuskan dan menetapkan Ali Umri sebagai cagubsu.
A.Azis Angkat menjelaskan, pelaksanaan konvensi merupakan mekanisme organisasi. Dan sistemnya juga akan dilaksanakan dengan petunjuk organisasi. Bagi DPD Partai Golkar Sumut, sebenarnya sudah jelas.
Walau konvensi dilaksanakan sesuai Juklak No. 5, calon yang akan diajukan tetap Ali Umri yang sudah diputuskan dalam Rapimda Partai Golkar di Medan dan pertemuan silaturahmi DPD Partai Golkar Sumut dengan Pengurus Kecamatan PG se Sumatera Utara.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu Korwil DPP Partai Golkar (PG) untuk Sumatera Utara Leo Nababan mengatakan, Golkar sampai saat ini masih melakukan penjaringan mencari bakal calon dimajukan dalam Pilgubsu (Waspada, Senin 20/8).
“Partai Golkar sedang melakukan penjaringan dengan melakukan survei internal untuk mencari siapa kader pantas diajukan dalam pilgubsu nanti,“ kata Leo Nababan juga menjabat Ketua Departemen Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar.
Leo tidak menampik kemungkinan munculnya nama Ketua DPD PG Sumut Ali Umri sebagai kandidat kuat. “Asalkan hasil survei internal itu signifikan untuk mencalonkan Pak Ali Umri,“ katanya.
Akan tetapi jika hasil survei internal menunjukkan perbedaan prosentase mencolok, maka bukan tidak mungkin nama Ali Umri akan tergusur. “Misalnya hasil survei menunjukkan prosentase suara mendukung Pak Ali Umri itu lima persen lebih rendah dari kandidat memperoleh persentase tertinggi, maka kita pasti memberikan prioritas kepada Pak Ali. Tetapi jika perbedaan perolehan suaranya sampai 20 persen , tentu kita nggak mungkin mencalonkan Pak Ali,“ kata Leo.
Untuk memenangkan pilgubsu, maka Partai Golkar akan menggalang koalisi dengan partai lain. “Kebetulan perolehan kursi PG di DPRDSU tidak memungkinkan untuk tampil sendirian. Koalisi itu bisa saja dengan PDIP. Tapi tidak menutup kemungkinan dengan partai lain,“ kata Leo.
Dalam menentukan koalisi, Partai Golkar akan memperhatikan faktor kultur masyarakat Sumatera Utara yang pluralis dengan berbagai etnis, seperti Jawa, Batak, Melayu, Tionghoa dan etnis lainnya.
Sementara mantan Ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tanjung mengaku kalau partai berlambang pohon beringin tersebut sampai saat ini belum mempunyai calon Gubernur Sumatera Utara.
”Setahu saya sampai saat ini Partai Golkar belum punya calon Gubsu mendatang. Kalau pun Golkar punya calon harus melewati konvensi yang akan digelar tahun ini juga,” tegas Akbar Tandjung kepada wartawan di Kantor Gubsu, Senin (20/8).
Akbar mengatakan, setahunya partainya belum ada memutuskan siapa kadernya yang akan ikut di ajang Cagubsu 2008. Kalau pun ada sejumlah nama seperti Syamsul Arifin dan Ali Umri, mereka harus melewati konvensi yang diadakan DPP Partai Golkar. Lewat konvensi inilah calon-calon kepala daerah itu diseleksi secara ketat. ”Jadi, kalau Syamsul Arifin dan Ali Umri maju, sah-sah saja, yang pasti kedua kader Golkar itu akan melewati konvensi,” tukas Akbar. (WSP/a03)